Foto : KSP Dorong Akurasi Kebijakan HPP dan HET demi Lindungi Petani dan Konsumen
JAKARTA || jatenggayengnews.com – Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono, menghadiri rapat koordinasi penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang dipimpin oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Selasa (22/4/25). Rapat ini membahas langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga bagi konsumen.
Pemerintah telah menetapkan HPP Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram, dan saat ini tengah memfinalisasi penetapan HPP Gabah Kering Giling (GKG) serta HET beras.
Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menekankan pentingnya evaluasi terhadap asumsi perhitungan HPP dan HET, terutama dalam konversi dari GKP ke GKG, guna meningkatkan akurasi estimasi produksi beras nasional.
“Kami menilai filosofi dasar dari penetapan HPP adalah melindungi petani. Oleh karena itu, penerapan HPP pada masa panen raya seperti saat ini menjadi sangat relevan dan mendesak,” ujar Edy Priyono.
KSP juga mendorong kebijakan yang tepat dan adaptif agar mampu menjaga keseimbangan pasar, sekaligus menjamin perlindungan terhadap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani hingga konsumen.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Ombudsman Republik Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga terkait, pelaku usaha pertanian dan penggilingan padi, serta Tenaga Ahli Profesional dari Kedeputian II KSP.







