KSP Dorong Akurasi Kebijakan HPP dan HET demi Lindungi Petani dan Konsumen

Foto : KSP Dorong Akurasi Kebijakan HPP dan HET demi Lindungi Petani dan Konsumen

JAKARTA || jatenggayengnews.com – Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono, menghadiri rapat koordinasi penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang dipimpin oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Selasa (22/4/25). Rapat ini membahas langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga bagi konsumen.

Pemerintah telah menetapkan HPP Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram, dan saat ini tengah memfinalisasi penetapan HPP Gabah Kering Giling (GKG) serta HET beras.

BACA JUGA  Bidhumas Polda Jateng Raih Penghargaan Dari Divhumas Polri Dalam HUT Humas Polri Ke 72 di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menekankan pentingnya evaluasi terhadap asumsi perhitungan HPP dan HET, terutama dalam konversi dari GKP ke GKG, guna meningkatkan akurasi estimasi produksi beras nasional.

BACA JUGA  UMKM Meraup Untung Besar di Peparnas XVII, Es Teh Solo Paling Diminati

“Kami menilai filosofi dasar dari penetapan HPP adalah melindungi petani. Oleh karena itu, penerapan HPP pada masa panen raya seperti saat ini menjadi sangat relevan dan mendesak,” ujar Edy Priyono.

BACA JUGA  Antisipasi Kecurangan, Satreskrim Polres Demak Sidak SPBU

KSP juga mendorong kebijakan yang tepat dan adaptif agar mampu menjaga keseimbangan pasar, sekaligus menjamin perlindungan terhadap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani hingga konsumen.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Ombudsman Republik Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga terkait, pelaku usaha pertanian dan penggilingan padi, serta Tenaga Ahli Profesional dari Kedeputian II KSP.