Bupati Grobogan Tegaskan Pentingnya Efisiensi Anggaran Daerah untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Anggaran daerah bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan peta jalan dalam pembangunan Kabupaten Grobogan. Setiap pengelolaan dana harus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Grobogan, Setyo Hadi, dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Efisiensi APBD 2024 yang diadakan di Gedung Riptaloka pada Selasa (4/3/2025).

Menurut Bupati, efisiensi anggaran tidak hanya berarti pemangkasan biaya, tetapi juga strategi untuk memastikan pengeluaran daerah tetap produktif tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia mendorong kepala perangkat daerah dan pimpinan BUMD untuk bekerja dengan lebih kompak dan meningkatkan kinerja, dengan semangat Mbangun Desa Nata Kutha.

Evaluasi akan dilakukan langsung melalui koordinasi serta kunjungan ke perangkat daerah untuk memastikan bahwa efisiensi berjalan dengan baik, sekaligus menilai kinerja agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

BACA JUGA  Ada Apa! Polres Grobogan Ringkus Belasan Para Pelajar di Wilayah Tawangharjo

Bupati juga meminta Sekda Grobogan dan timnya untuk mengidentifikasi program-program yang dapat direalisasikan dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Ini bukan sekadar penyesuaian administrasi, tetapi bagian dari strategi besar menuju Grobogan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” tegas Setyo Hadi.

BACA JUGA  Wagub Jateng Hadiri Grobogan Bersholawat Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Efisiensi juga harus diterapkan dalam keseharian, seperti penghematan penggunaan listrik, air, dan alat tulis kantor, serta optimalisasi rapat daring yang lebih praktis dan hemat biaya.

Sekda Grobogan, Anang Armunanto, menegaskan bahwa efisiensi APBD 2024 harus sesuai dengan SE Mendagri Nomor 900/833/SJ. Pengeluaran daerah harus lebih selektif dengan membatasi kegiatan seremonial, mengurangi perjalanan dinas, serta menyesuaikan alokasi honorarium dan belanja operasional agar lebih terukur.

“Setiap rupiah yang dihemat harus dikembalikan ke sektor-sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi, dan stabilitas harga pangan,” jelas Sekda.

BACA JUGA  Woww! 18.567 Keluarga Di Jateng Terima Bantuan Intervensi Kerawanan Pangan

Dengan strategi yang tepat, efisiensi anggaran tidak hanya sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi juga memastikan bahwa anggaran yang ada benar-benar memberikan manfaat maksimal untuk kepentingan masyarakat.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2