Viral!!Kasus Video Mesum Ipda RN: Pelanggaran Etika dan Integritas Kepolisian

foto/Adegan vidio mesum

Makassar||jatenggayengnews.com – Anggota Kepolisian Resor Maros, Inspektur Dua (Ipda) RN, tengah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terkait kasus video mesum yang viral di media sosial. Berdasarkan penyelidikan, Ipda RN tidak hanya terlibat dengan satu perempuan, tetapi dua perempuan yang diketahui merupakan istri orang lain.

Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Effendy, mengungkapkan bahwa Ipda RN saat ini ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) selama lima hari untuk mempermudah proses pemeriksaan dan pemberkasan. Setelah pemberkasan selesai, kasus ini akan disidangkan dalam sidang kode etik.

BACA JUGA  Polres Pringsewu Gelar Sholat Gaib untuk Tiga Anggota Polri Polres Way Kanan yang Gugur Saat Bertugas

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa video mesum tersebut direkam pada 2019 dan melibatkan istri seorang pengusaha. Selain itu, Ipda RN dilaporkan telah melakukan hubungan badan dengan dua perempuan yang bukan istrinya.

Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah Ipda RN, anggota Polres Maros. Ia menegaskan bahwa sejak video beredar, Ipda RN langsung diserahkan ke Propam Polda Sulsel untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Terkait sanksi, keputusan sepenuhnya akan diserahkan kepada hasil penyidikan Propam.

BACA JUGA  Dugaan Perselingkuhan di Jepara Hebohkan Warga Larut Malam

PendapatKasus ini menjadi pukulan bagi integritas institusi kepolisian. Sebagai aparat penegak hukum, anggota polisi semestinya menjadi teladan dalam menjaga moral dan etika. Pelanggaran seperti ini tidak hanya mencoreng nama pribadi, tetapi juga institusi yang diwakilinya.Tanggapan netizen yang menyerukan hukuman tegas menunjukkan harapan publik agar kasus ini diusut hingga tuntas untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap kepolisian. Penegakan sanksi harus berjalan transparan dan tegas untuk menegakkan disiplin, serta memberikan pesan bahwa pelanggaran kode etik tidak akan ditoleransi.

BACA JUGA  Tingkatkan Kinerja dan Kesiapsiagaan Personel, Wakapolres Grobogan Lakukan Sidak ke Mapolsek Kedungjati

Institusi kepolisian juga perlu memperkuat pembinaan internal agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Kepercayaan publik adalah aset utama penegak hukum, dan langkah tegas dalam menyikapi kasus ini adalah bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2