Garut||jatenggayengnews.com – Jembatan gantung Rawayan yang terletak di Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Infrastruktur penting yang menghubungkan beberapa desa ini semakin rusak, dengan bagian-bagiannya yang lapuk, berlubang, dan banyak komponen yang terlepas. Hujan deras pada Rabu (4/12/2024) semakin memperburuk keadaan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Jembatan yang menghubungkan Kampung Saparantu, Jagabaya, dan Cijayana di Kecamatan Mekarmukti ini telah menjadi sorotan publik sejak lama, bahkan sempat viral di media sosial dan televisi. Meski dalam keadaan rusak, warga terpaksa melintasinya karena tidak ada alternatif lain, terutama dengan kondisi sungai yang meluap.
Kang Alek, anggota Rafi lokal Bungbulang, mengungkapkan bahwa warga tetap menggunakan jembatan tersebut meskipun harus ekstra hati-hati. Hendi Heryana, Ketua Ormas Gemantara Bungbulang, menambahkan bahwa meskipun jembatan ini sempat dibangun pada 2023, namun hingga kini belum ada perbaikan lanjutan.
Asep Suherman SH, Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia Satu (GAWARIS), juga menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, jembatan yang rusak ini membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas. Ia mengecam lambannya respons pemerintah Kabupaten Garut terhadap masalah ini dan mendesak agar segera ada evaluasi serta tindakan nyata untuk memperbaiki infrastruktur yang sudah tidak layak tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini, mengingat peran vitalnya dalam akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Jembatan gantung Rawayan menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut masih memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






