Gubernur Kalsel Turun Padamkan Karhutla dan Tinjau RS Sambang Lihum

Peristiwa17 Dilihat

BANJAR || JatengGayengNews.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan unsur Forkopimda turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 17, Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (22/9/2026).

Turut mendampingi Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan menggunakan selang pemadam, Gubernur H. Muhidin ikut menyemprotkan air ke sejumlah titik yang masih terbakar. Kondisi di lokasi dipenuhi asap, sehingga penanganan dilakukan secara langsung untuk mencegah api meluas.

Sebelumnya, Gubernur H. Muhidin juga meninjau dapur karhutla di kawasan Pengayuan dan Guntung Damar guna memastikan kebutuhan logistik dan petugas di lapangan tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.

Usai meninjau lokasi karhutla, Gubernur bersama jajaran Forkopimda bergerak menuju RSJ Sambang Lihum. Peninjauan dilakukan setelah kawasan rumah sakit sempat terdampak asap karhutla hingga sejumlah pasien harus dievakuasi.

BACA JUGA  Kebakaran Melanda Pabrik Petrokimia Gresik, Asap Hitam Membubung Tinggi

Gubernur mengatakan kondisi di sekitar rumah sakit saat peninjauan relatif aman, meski masih ditemukan titik api di bagian belakang kawasan.

“Ternyata di belakang ini masih ada api dan kita sempat melihat ke sana,” kata H. Muhidin.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemerintah Provinsi Kalsel menyiapkan alat berat untuk melakukan land clearing di sekitar kawasan rumah sakit. Pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai Rabu (23/9/2026) dengan luas lahan sekitar 20 hektare.

“Hari ini kami datangkan ekskavator untuk land clearing di daerah sini. Sebanyak 20 hektare kita land clearing,” ujarnya.

Menurut H. Muhidin, pembersihan lahan diharapkan dapat menciptakan area yang lebih aman sekaligus memudahkan pihak rumah sakit melakukan langkah antisipasi, termasuk menyiapkan sumber air tambahan.

“Jadi nanti Rumah Sakit Sambang Lihum bisa bikin sumur air atau digunakan untuk keperluan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, menjelaskan bahwa karhutla berdampak pada kawasan hutan lindung Liang Anggang yang berada di sekitar rumah sakit. Dari total sekitar 20 hektare lahan rumah sakit, sekitar 14 hektare masih berupa kawasan berhutan dan terdampak kebakaran.

BACA JUGA  Pengendara Motor Plat Merah Diduga Tabrak Lari!!

“Dari 14 hektare itu hampir semua terdampak, hanya titik apinya yang tersebar. Untuk area yang cukup besar sekitar dua hektare,” jelas Yuddy.

Menurut Yuddy, api telah muncul sejak beberapa hari sebelumnya dan sempat ditangani bersama BNPB dan BPBD, termasuk dengan dukungan helikopter water bombing. Namun, kondisi kembali memburuk setelah helikopter dialihkan ke lokasi lain sehingga asap semakin tebal dan mengarah ke kawasan rumah sakit.

“Kami akhirnya melakukan evakuasi sementara karena asap semakin tebal,” katanya.

Evakuasi dilakukan secara internal dengan memindahkan pasien dari ruangan yang berdekatan dengan titik api menuju area yang lebih aman. Meski pelayanan medis tetap berjalan, sejumlah pasien mengeluhkan dampak asap.

“Operasional medis tetap berjalan, tapi keluhan pasien cukup banyak,” ujar Yuddy.

BACA JUGA  KPK Tahan Bupati Langkat, Dugaan Suap Proyek Kembali Terungkap

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BNPB serta Pemerintah Provinsi Kalsel untuk memperkuat penanganan. Selain pembersihan lahan, rumah sakit menyiapkan sumber air tambahan melalui pembangunan sumur gali.

Sebagai langkah antisipasi, RSJ Sambang Lihum juga menyiapkan skenario evakuasi eksternal dengan menggandeng Dinas Sosial. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah aula Balai Rehabilitasi Sosial dengan kapasitas sekitar 150 orang.

Meski demikian, rumah sakit masih mengutamakan evakuasi internal sambil menunggu penanganan titik api di sekitar kawasan. Yuddy berharap penguatan peralatan dan penanganan karhutla dapat segera mengendalikan api.

“Kalau sudah terkendali, kami berharap tidak perlu evakuasi eksternal,” pungkasnya.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2