Banjir Rob Melanda Kabupaten Indramayu, Ribuan Warga Terdampak

Peristiwa1040 Dilihat

Indramayu||Jatenggayengnews.com, 13 Desember 2024 – Banjir rob akibat gelombang pasang air laut melanda Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (13/12) sekitar pukul 04.30 WIB. Bencana ini merendam wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Cantigi, mengakibatkan kerusakan pada rumah dan lahan pertanian serta mengganggu kehidupan ribuan warga.

Sebanyak 4.354 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan rincian 2.854 KK di Kecamatan Kandanghaur dan 1.500 KK di Kecamatan Cantigi. Di Kecamatan Kandanghaur, Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon menjadi yang paling parah, dengan lebih dari 2.300 rumah terendam. Sementara di Kecamatan Cantigi, desa-desa seperti Cemara dan Cangkring juga mengalami kerusakan signifikan. Kedalaman air yang merendam bervariasi antara 30 cm hingga 1,10 meter, mempengaruhi permukiman dan lahan pertanian.

BACA JUGA  Dugaan Tekanan DPRD di Balik Keracunan Siswa Kudus

Lahan sawah di Desa Bulak turut terendam, dengan sekitar 100 hektar lahan produktif terdampak akibat jebolnya tanggul Sungai Bendo di pintu saluran pembuangan yang tidak berfungsi, menyebabkan air rob meluap ke area permukiman dan sawah.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, bencana ini memicu upaya penanganan darurat. BPBD Kabupaten Indramayu bersama Dinas Ketahanan Pangan segera menyalurkan bantuan logistik, seperti mie instan, air mineral, biskuit, beras, dan kebutuhan lainnya untuk meringankan beban warga terdampak. Sebagai bagian dari pemulihan, relokasi untuk 93 KK dari Desa Eretan Kulon yang rumahnya rusak parah sedang diproses, dengan lokasi relokasi di Desa Kertawinangun yang sedang dalam tahap pengurugan.

BACA JUGA  Warga Sindir Gubernur Jateng soal Infrastruktur Blora

Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menetapkan status siaga darurat bencana untuk menghadapi bencana hidrometeorologi ini, yang berlaku hingga 31 Mei 2025. Mengingat perubahan cuaca yang terus berlangsung, BPBD Kabupaten Indramayu terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk mendata dan menangani dampak bencana ini.

Hingga Selasa, 17 Desember, air mulai surut pada sore hari. Namun, pasang air laut kembali terjadi pada pagi Rabu, 18 Desember. BPBD Kabupaten Indramayu tetap memantau situasi dan siaga untuk melaksanakan penanganan lebih lanjut, memastikan pemulihan berjalan lancar bagi masyarakat yang terdampak.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2