Seluruh Insan Pers di Cirebon Harus Jadi Penjernih Informasi dan Saka Guru dalam Era Keterbukaan

Asisten Administrasi Umum, Hadi Suryaningrat, S.Sos., menghadiri dialog publik peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2024 dan peringatan hari jadi ke-542 Kabupaten Cirebon. (Foto:ist)

CIREBON || jatenggayengnews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Hadi Suryaningrat, S.Sos., menghadiri dialog publik peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2024 dan peringatan hari jadi ke-542 Kabupaten Cirebon di Area Parkir SOR Watubelah Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (18/05/2024).

Hadi juga mengapresiasi atas terselenggaranya dialog publik dengan tema “Diskusi Multikulturalisme Membangun Harmoni Ditengah Keanekaragaman Budaya”.

Pasalnya, kebebasan dalam memproduksi informasi, seringkali tidak diikuti dengan produk informasi yang bertanggung jawab, terlebih dengan berkembangnya media sosial, semua orang bebas membuat berita untuk menyuarakan isu-isu yang sedang terjadi dimanapun berada.

BACA JUGA  Penghargaan ASN Award 2023 Diserahkan Bupati Demak Bagi ASN Berinovasi

Masyarakat saat ini kebanjiran dengan berita-berita dari media sosial dan media digital lainnya, yang seringkali dibumbui dengan hoaks, provokasi, maupun modifikasi informasi yang tidak bertanggung jawab.

“Di tengah suasana seperti saat ini, insan media mainstream, justru sangat dibutuhkan untuk menjadi penjernih informasi, yang menyajikan informasi terverifikasi dan menjalankan peran sebagai communication of hope,” ujar Hadi.

Ia berharap kepada insan pers di Kabupaten Cirebon, agar mampu menjadi saka guru dalam era keterbukaan ini, dengan menyajikan informasi yang valid, akurat, dan berkualitas, sehingga dapat menjadi rujukan yang kredibel bagi masyarakat.

BACA JUGA  Kirab Tumpeng dan Pawai Budaya Warnai Sedekah Bumi Desa Kaliombo Sulang

“Melalui peringatan HPN ini, saya mengajak seluruh insan pers Kabupaten Cirebon untuk menegakkan prinsip jurnalisme yang etis dan bertanggung jawab, dalam merespons isu yang berkembang di tengah masyarakat, baik terkait ekonomi, politik, hukum, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan, insan pers Kabupaten Cirebon mampu untuk terus menjaga profesionalismenya, khususnya dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan posttruth, dimana masyarakat lebih cenderung menerima argumen berdasarkan emosi dan keyakinan mereka, daripada argumen berdasarkan fakta. (Lu2k/red)

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2