Tangkal Radikalisme, Ini Pesan Polres Grobogan Pada Saka Bhayangkara

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Hingga detik ini, bahaya radikalisme masih mengancam keamanan dengan berbagai modus yang bisa saja mengintai setiap saat. Untuk itu, Kasi Humas Polres Grobogan Ipda  Tedy meminta seluruh warga, khususnya kalangan milenial untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh paham-paham radikal yang meresahkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas saat memberikan sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme pada Pramuka Saka Bhayangkara di halaman Mapolres Grobogan, Sabtu (27/5/2023).

Ipda Teddy mengatakan sosialisasi tersebut sebagai upaya mencegah generasi muda terpapar paham radikalisme yang saat ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Paham radikal ini lebih banyak menyasar remaja dan anak muda yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan emosi mereka masih labil sehingga sangat mudah dipengaruhi,” kata Ipda Tedy.

BACA JUGA  Sukses Kendalikan Inflasi, 12 Daerah di Jawa Tengah Terima "Jateng Inspiring Economic Effort Award 2024"

Selanjutnya Kasi Humas menjelaskan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat pemahaman masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah tentang bahaya radikalisme dan terorisme guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok tertentu. Dengan mengetahui bahaya radikalisme pelajar mempunyai benteng pertahanan dari pengaruh paham tersebut.

“Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Radikalisme kini sangat erat kaitannya dengan konsep ekstrimisme dan terorisme. Ciri utama nya adalah menggunakan kekerasan,” ujar Kasi Humas menambahkan.

BACA JUGA  Maling Motor di Desa Gebangan Berakhir di Massa

Ia melanjutkan kelompok tersebut mengatasnamakan agama  untuk membenarkan setiap tindakan mereka, namun sesungguhnya semua itu bertentangan dengan ajaran agama.

Ia juga meminta para siswa yang tergabung dalam Pramuka Saka Bhayangkara agar tidak terlibat kelompok radikal sekaligus mewaspadai, mengidentifikasi, dan melaporkan bila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekolah

“Mereka kelompok radikal ini mencari pengikut dengan memengaruhi mengatasnamakan ajaran agama bahwa kekerasan yang dilakukan itu adalah bagian dari ajaran agama, padahal itu jelas bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu lah pemahaman tentang radikalisme ini perlu diketahui agar kita jangan sampai tertipu dan ikut kemauan mereka” jelas Tedy.

BACA JUGA  Tragiss, Santriwati di Ponpes Gondanglegi, Dicabuli Pengasuh Selama Setahun Yang Lalu

Kasi Humas juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial terlebih saat ini banyak berita palsu atau hoax yang kerap dibagikan oleh warganet.

“Saring baru sharing. Gunakan medsos dengan bijak,” pungkasnya.

Wartawan : Malice

Editor        : Risa

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2