Malang||Jatenggayengnews.com– Dugaan praktik nepotisme dalam pengangkatan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi sorotan di Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Warga memprotes proses penunjukan yang dinilai tidak transparan karena jabatan tersebut diduga diberikan kepada anak kandung kepala desa.
Tokoh masyarakat Dusun Wonokitri, Bahron Efendi atau Mujai, menilai mekanisme pengangkatan tidak sesuai dengan prinsip transparansi. Menurutnya, proses tersebut terkesan telah diatur untuk mengakomodasi kepentingan tertentu tanpa melalui seleksi terbuka.
“Secara aturan tidak diperbolehkan. Kalau memang ada pemilihan, seharusnya dilakukan secara transparan, bukan penunjukan langsung,” ujar Bahron, Selasa (28/7/2026).
Ia juga menduga terdapat tekanan terhadap jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa agar menyetujui keputusan tersebut. Dalam forum yang hanya dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, RT, RW, dan BPD, peserta rapat disebut hanya ditanya secara singkat mengenai kesediaan menjadi Ketua BUMDes tanpa adanya proses pendaftaran maupun penjaringan calon.
Menurut warga, mekanisme tersebut hanya bersifat formalitas dan tidak memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengikuti proses seleksi. Mereka menilai langkah itu bertentangan dengan prinsip tata kelola BUMDes yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik nepotisme.
Warga mendesak BPD serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Mereka juga meminta dilakukan pemilihan ulang secara terbuka agar kepemimpinan BUMDes benar-benar melalui mekanisme yang sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wonoagung Rujianto, Camat Tirtoyudo Nita Dwi Prasetyaningtyas, serta Ketua BPD Desa Wonoagung Suwarno belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. Pesan yang dikirim telah diterima, namun belum direspons.






