Bapanas Pastikan Beras Premium Aman, Stok Nasional 5,2 Juta Ton

Jakarta||Jatenggayengnews.con – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras premium di berbagai daerah masih aman meski sejumlah rak di ritel modern sempat terlihat kosong. Kondisi tersebut disebut bukan akibat kelangkaan, melainkan dipengaruhi distribusi dan tingginya permintaan di beberapa wilayah.

 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan beras premium tetap tersedia di pasar, termasuk produk yang dipasok Bulog dan ID Food. Distribusi terus diperkuat agar stok di jaringan ritel modern tetap terjaga.

 

“Kalau disebut langka sebenarnya tidak. Memang ada beberapa ritel yang stoknya kosong, tetapi di lokasi lain masih tersedia,” ujar Ketut di Jakarta, Senin (27/7/2026).

BACA JUGA  Beginilah Aksi Protes Warga Tumpukan Sampah di Kantor Bupati dan DPRD Sintang

 

Pemerintah juga terus memperluas penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

 

Berdasarkan data pemantauan Bapanas hingga pekan ketiga Juli 2026, rata-rata harga beras premium nasional mencapai Rp15.966 per kilogram. Sementara di Zona I, yang meliputi Pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Sulawesi, rata-rata harga berada di kisaran Rp15.224 per kilogram atau sekitar 2,17 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.900 per kilogram.

 

Bapanas menilai kenaikan harga tersebut masih dalam batas yang terkendali sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras premium.

BACA JUGA  Puluhan Tentara Dari Kodim Sragen Datangi Terminal Pilangsari

 

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat intervensi melalui penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga akhir Juli 2026, total penyaluran CBP telah mencapai sekitar 1,4 juta ton, terdiri atas penyaluran SPHP dan bantuan pangan tahap pertama.

 

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Hingga pekan ketiga Juli 2026, stok beras nasional tercatat sekitar 5,2 juta ton, menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pemerintah juga memperkuat kapasitas penyimpanan melalui gudang Bulog dan gudang sewa, serta meminta Satgas Pangan Polri meningkatkan pengawasan distribusi beras guna mencegah penimbunan dan praktik yang dapat mengganggu stabilitas harga.

BACA JUGA  Pj Gubernur Serentak Gelar Gerakan Pangan Murah di Lima Kabupaten Wilayah Solo Raya

 

Melalui penguatan distribusi, intervensi pasar, dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap pasokan beras tetap lancar, harga stabil, serta kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi di tengah dinamika pasar.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2