MAKASSAR || Jatenggayengnews.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan berat dan penikaman yang menimpa seorang warga Makassar, Arya Munandar Kahar (37), menjadi sorotan keluarga korban. Hampir dua bulan setelah peristiwa terjadi, keluarga menilai proses hukum berjalan lambat dan mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 03.00 WITA di Jalan Baji Minasa Dua Dalam, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, itu mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis.
Menurut keterangan keluarga, saat kejadian Arya Munandar tengah berboncengan sepeda motor bersama rekannya. Di tengah perjalanan, mereka diduga dihadang oleh seorang pria berinisial Didi. Insiden tersebut kemudian berujung pada dugaan aksi penganiayaan dan penikaman yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian dada dan lengan.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Pada hari yang sama, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mariso guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun hingga kini, keluarga korban mengaku belum melihat adanya perkembangan signifikan terkait penanganan kasus tersebut. Mereka juga mempertanyakan belum diamankannya terduga pelaku yang disebut masih beraktivitas di wilayah setempat.
“Kami berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan. Keluarga hanya menginginkan keadilan bagi korban,” ujar salah satu perwakilan keluarga, Rabu (10/6/2026).
Kekecewaan keluarga semakin memuncak karena mereka menilai proses penegakan hukum berjalan lamban. Sebagai bentuk protes, keluarga mengaku tengah melakukan konsolidasi dan mempertimbangkan langkah penyampaian aspirasi melalui aksi damai di depan Polrestabes Makassar maupun Polda Sulawesi Selatan.
Selain meminta percepatan penanganan perkara, keluarga juga berharap adanya perhatian dari pimpinan kepolisian terhadap kasus yang mereka nilai telah berlarut-larut.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Polsek Mariso belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun status terduga pelaku. Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Mariso dan jajaran penyidik masih terus dilakukan.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik yang menantikan kejelasan proses hukum serta langkah-langkah yang akan diambil aparat kepolisian guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.






