Siswa Kini Bisa Pilih Menu MBG Sendiri

Nasional29 Dilihat

jatenggayengnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki tahap baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melibatkan pelajar dalam menentukan menu makanan yang akan mereka konsumsi setiap hari di sekolah.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan gizi sekaligus mengurangi potensi makanan terbuang akibat menu yang kurang sesuai dengan selera siswa.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan usulan menu dari siswa nantinya akan ditampung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah.

“SPPG akan mencatat aspirasi anak-anak. Jadi nanti terlihat siapa yang suka nasi pera, siapa yang lebih suka nasi pulen, termasuk soal tekstur makanan,” ujar Dadan saat meresmikan SPPG di Citaringgul, Senin (11/5/2026).

BACA JUGA  Penyidik Puspom TNI dan KPK Geledah Basarnas

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar program MBG tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kebiasaan makan para siswa.

BGN juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap menu yang disajikan, mulai dari tekstur nasi hingga variasi lauk dan sayuran. Jika ditemukan banyak siswa tidak menyukai jenis makanan tertentu, menu akan disesuaikan tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan.

Selain itu, pemerintah mulai memetakan kebiasaan makan siswa di berbagai daerah karena selera pangan setiap wilayah dinilai berbeda. Langkah ini diharapkan membuat program MBG lebih efektif dalam membangun pola makan sehat di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Indahnya Kebersamaan Jumat Bersih Terminal Depok

Dadan mengungkapkan, program tersebut juga mulai menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa. Sejumlah anak yang sebelumnya tidak menyukai sayuran kini mulai terbiasa mengonsumsi makanan sehat setelah rutin menerima paket MBG di sekolah.

“Ini menjadi sinyal baik bahwa anak-anak mulai terbiasa makan sehat sejak dini,” katanya.

Saat ini, program MBG telah didukung 28.390 unit SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan cakupan sekitar 62 juta penerima manfaat. Di Kecamatan Babakan Madang, SPPG Citaringgul menjadi unit ke-14 yang resmi beroperasi.

BACA JUGA  Acara Serah Terima Jabatan Komandan KRI Torani-860 di Satrol Lantamal I

Dalam kunjungannya, Dadan turut memantau langsung proses distribusi makanan menuju sekolah-sekolah penerima manfaat. Distribusi dilakukan menggunakan kendaraan pengangkut hingga titik tertentu sebelum diteruskan memakai gerobak agar makanan tetap cepat sampai dan layak konsumsi.

Program MBG menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan melibatkan siswa dalam penentuan menu, pemerintah berharap program ini dapat berjalan lebih humanis, tepat sasaran, dan diterima baik oleh anak-anak di seluruh daerah.