JAKARTA || Jatenggayengnews.com – Pengamat politik Fernando Emas menilai berbagai kendala dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fernando, kedua program prioritas pemerintah tersebut dinilai belum berjalan sesuai harapan masyarakat. Ia menyebut hasil survei terbaru dari SMRC mencerminkan penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
“Hasil survei SMRC menunjukkan adanya penurunan kepuasan masyarakat yang berkaitan dengan pelaksanaan berbagai program pemerintah,” kata Fernando, Senin (3/8/2026).
Ia menilai pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah persoalan di lapangan sehingga berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Selain itu, Fernando juga mengkritisi pelaksanaan Program Kopdes Merah Putih. Menurutnya, program tersebut dinilai lebih berorientasi pada pencapaian target daripada menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
“Pelaksanaannya terkesan lebih mengejar target, bukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Fernando menambahkan, pemerintah sebaiknya menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program prioritas dapat diperbaiki. Menurutnya, masukan dari masyarakat perlu diterima secara terbuka demi meningkatkan efektivitas kebijakan.
Sementara itu, hasil survei SMRC menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut tingkat kepuasan publik turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Menurut Deni, penurunan tersebut berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, dinamika politik, penegakan hukum, serta pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan program koperasi desa.






