SEMARANG || jatenggayengnews.com– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera membuka pendaftaran Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari Pesantren Obah, salah satu agenda Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, Hasyim Muhammad, mengatakan program Beasiswa Mahasantri diperuntukkan bagi warga Jawa Tengah yang sedang menempuh pendidikan Marhalah Ula atau setara S1 di Ma’had Aly maupun perguruan tinggi berbasis pesantren.
Pemprov Jateng menyiapkan 420 kuota penerima. Setiap mahasiswa akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta per semester, maksimal selama enam semester mulai Oktober 2026. Pendaftar harus merupakan warga Jateng, minimal berada di semester II, terdata dalam EMIS, serta memperoleh rekomendasi dari Ma’had Aly mitra.
Program tersebut juga memprioritaskan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama mereka yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Sementara itu, Beasiswa Santri Penggerak ditujukan bagi mahasiswa minimal semester III dari bidang saintek, humaniora, maupun keislaman. Peserta harus kuliah di perguruan tinggi mitra Pemprov Jateng, tinggal di pondok pesantren, aktif dalam organisasi kampus, serta memiliki IPK minimal 3,00.
Calon penerima juga diwajibkan membuat esai bertema “Peran Santri dalam Pembangunan di Jawa Tengah”. Seleksi meliputi pemeriksaan administrasi dan tulisan, kemudian dilanjutkan dengan tes membaca Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, serta pengetahuan kepesantrenan.
Penerima Beasiswa Santri Penggerak mendapatkan bantuan pendidikan Rp1 juta per semester selama enam semester. Seleksi dijadwalkan berlangsung 25 September hingga 19 Oktober 2026, dengan pengumuman penerima pada 20 Oktober.
Pemprov Jateng berharap program ini tidak sekadar membantu biaya pendidikan, tetapi juga melahirkan santri dan mahasiswa yang mampu menjadi penggerak pembangunan. Selain pendidikan, Pesantren Obah juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan dan ekonomi digital.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui laman resmi Pemprov Jateng, aplikasi JNN, maupun layanan WhatsApp yang telah disediakan panitia.






