Jateng Makin Diminati Investor, Iklim Usaha Terus Diperkuat

Advertorial70 Dilihat

SEMARANG || jatenggayengnews.com— Jawa Tengah semakin menarik perhatian investor karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kemudahan perizinan, infrastruktur yang memadai, kondisi daerah yang kondusif, hingga biaya hidup yang relatif kompetitif.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Saribua Siahaan, menyebut Jateng sebagai salah satu daerah yang banyak dilirik investor. Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (18/8/2026).

Menurut Saribua, persoalan lahan dan perizinan menjadi faktor penting yang dipertimbangkan investor. Karena itu, kemudahan pelayanan perizinan yang didukung Pemprov Jateng menjadi salah satu keunggulan dalam menarik investasi, khususnya sektor manufaktur dan industri padat karya.

BACA JUGA  Toilet SPBU Dipersoalkan, Terancam Ditutup

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah terus menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat. Upaya tersebut diperkuat melalui penyederhanaan perizinan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta regulasi yang mendukung dunia usaha.

Ia menilai investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Pemprov Jateng juga terus menawarkan berbagai potensi daerah kepada calon investor karena pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan APBD.

BACA JUGA  Berikan Rasa Aman dan Nyaman Saat Ibadah Natal, Personel Jajaran Kodim 0724/Boyolali Laksanakan Pengamanan

Realisasi investasi Jateng sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp110 triliun. Sementara hingga semester I 2026, investasi telah mencapai Rp59,94 triliun, terdiri atas PMA Rp25,92 triliun, PMDN Rp22,62 triliun, dan UMK Rp11,40 triliun. Investasi tersebut telah menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.

Di sisi lain, ekonomi Jateng pada semester I 2026 tumbuh 5,80 persen. Angka kemiskinan per Maret 2026 juga turun menjadi 9,21 persen, dari sebelumnya 9,48 persen. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada di angka 4,24 persen, menurun dibandingkan 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Bawang Putih Jadi Harapan Baru Petani Wonogiri untuk Ketahanan Pangan

Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemprov Jateng untuk terus memperkuat daya saing daerah dan menjadikan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2