PATI||Jatenggayengnews_Memasuki usianya yang ke-703 tahun, kondisi Pemerintahan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendapat sorotan tajam dari pengamat publik. Kinerja birokrasi di bawah kepemimpinan pelaksana tugas saat ini dinilai tidak menunjukkan kemajuan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mandek dan hanya berputar-putar tanpa arah pembangunan yang jelas.
Direktur Ganesha Institute, Drs. Lilik Salamun, M.Sc., menyampaikan kritik pedas tersebut dalam sebuah dialog interaktif untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Pati yang jatuh pada Rabu (5/8). Menurutnya, jalannya roda pemerintahan saat ini sangat memprihatinkan karena terkesan maju selangkah namun langsung mundur setapak.
“Kerja eksekutif yang dipimpin oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, terkesan seperti hanya jalan di tempat,” ujar Lilik Salamun dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Lilik menyamakan dinamika kerja jajaran pemerintah daerah saat ini dengan gerakan tarian senam poco-poco. Perumpamaan ini ia berikan karena melihat kebijakan yang diambil sering kali tidak konsisten. Pemerintah daerah dianggap hanya sibuk menghabiskan dan mengepaskan anggaran tahunan tanpa melahirkan inovasi program yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
Masyarakat Kabupaten Pati kini menaruh harapan besar agar momentum hari jadi yang ke-703 ini menjadi titik balik bagi jajaran eksekutif. Evaluasi total terhadap kinerja Plt Bupati dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat mendesak untuk dilakukan demi membawa Kabupaten Pati keluar dari zona nyaman dan bergerak maju.






