Jatenggayengnews.com || Rembang — Suasana Pasar Pamotan, Kabupaten Rembang, tampak berbeda pada Minggu (23/08/2026). Aktivitas perdagangan yang biasanya menjadi denyut utama pasar berpadu dengan berbagai kegiatan sosial dan olahraga dalam agenda Gerakan Langit Biru yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-25 Partai Demokrat. Tidak sekadar menjadi agenda peringatan, kegiatan dikemas dengan sejumlah aktivitas yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya para pedagang dan warga di sekitar Pasar Pamotan.
Bupati Rembang sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang, H. Harno, S.E., hadir bersama istrinya, Musringah Harno. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Fraksi Demokrat juga turut mengikuti kegiatan, di antaranya Muhammad Kumorohadi, S.Th.I., Joko Suprihadi, S.H., dan Ahmad Shodiqin, S.H.
Sejak kegiatan dimulai, peserta diajak terlibat dalam aksi bersih-bersih lingkungan pasar. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dari Gerakan Langit Biru, sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan fasilitas publik membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan pengelola pasar.
Tak berhenti pada persoalan kebersihan, masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan. Puskesmas Pamotan membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) turut hadir melalui kegiatan donor darah.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai perlombaan dan senam Zumba yang terbuka untuk umum. Kehadiran kegiatan olahraga dan hiburan membuat suasana pasar menjadi lebih ramai dan menghadirkan ruang interaksi antara masyarakat, pedagang, kader partai, serta para peserta kegiatan.
Harno Apresiasi Kebersihan Pasar Pamotan
Di sela kegiatan, Bupati Rembang H. Harno memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan Pasar Pamotan. Ia menilai tingkat kebersihan pasar tersebut relatif lebih baik dibandingkan sejumlah pasar lainnya.
“Pasar Pamotan ini kondisinya lebih lumayan bersih dibandingkan pasar-pasar lainnya,” ujar Harno.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kegiatan bersih-bersih yang dilakukan peserta. Menurutnya, kondisi pasar menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang datang untuk berbelanja.
Selain persoalan kebersihan, perhatian juga diarahkan pada kondisi fisik bangunan Pasar Pamotan yang dinilai telah berusia cukup tua.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan revitalisasi Pasar Pamotan, Harno mengatakan pemerintah perlu melihat tingkat urgensi serta kondisi bangunan yang ada.
Ia menyebut bangunan yang telah berumur cukup tua perlu menjadi perhatian. Sementara itu, rencana pembangunan ruko baru masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
“Melihat urgensinya, bangunan ini sudah cukup tua dan mungkin sudah tidak layak. Pembangunan ruko baru mungkin saja akan kita rapatkan. Untuk kapannya, tunggu saja, nanti atau tahun depan pasti ada kabarnya,” kata Harno.
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan adanya penataan maupun pengembangan kawasan pasar ke depan. Namun, terkait waktu pelaksanaan, pemerintah masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut.
Usai mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, Harno juga menyempatkan diri berkeliling dan menyapa para pedagang Pasar Pamotan. Interaksi berlangsung dalam suasana santai, dengan komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat yang sehari-hari menggantungkan aktivitas ekonominya di pasar tersebut.
Harno juga menyempatkan diri ngopi bersama sejumlah awak media yang hadir meliput kegiatan. Momen tersebut berlangsung dalam suasana informal dan menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah, partai politik, masyarakat, dan insan pers.
Gerakan Langit Biru merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh Partai Demokrat di berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Rembang, kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Pamotan dengan memadukan aksi sosial, kepedulian terhadap lingkungan, layanan kesehatan, donor darah, olahraga, dan kegiatan kemasyarakatan.
Momentum HUT ke-81 RI dan HUT ke-25 Partai Demokrat pun dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial. Dari pasar, pesan kebersamaan itu digaungkan melalui aksi sederhana: membersihkan lingkungan, memeriksakan kesehatan, mendonorkan darah, berolahraga, serta membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Bagi masyarakat Pamotan, kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan suasana berbeda di tengah aktivitas pasar. Sementara bagi penyelenggara, Gerakan Langit Biru menjadi momentum untuk menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam memperingati dua momentum penting tersebut.






