40000 Bibir Ternak Gratis ditaburkan Wakil DPRD Blora dan Masyarakat

‎BLORA||Jatenggayengnews.com   – Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok Tani Hutan (KTH) Masjid Baitur Mulyo yang digelar di Kecamatan Sambong, Selasa (4/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Dari Hutan Perhutanan Sosial untuk Kedaulatan Pangan” sebagai upaya memperkuat pengelolaan kawasan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani hutan sosial yang terus berupaya mengelola kawasan hutan secara produktif dan bertanggung jawab. Menurutnya, berbagai dukungan yang telah diberikan pemerintah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎”Semoga apa yang telah diberikan pemerintah dapat memberikan manfaat bagi para petani hutan sosial. Blora memiliki potensi yang sangat besar karena sekitar 60 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan, sementara sebagian besar masyarakat tinggal di sekitar kawasan tersebut. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujar Sri Setyorini.

‎Wakil Bupati juga mengajak para anggota KTH untuk mulai mengembangkan usaha yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan budidaya jagung. Ia mendorong pengembangan usaha peternakan ayam petelur maupun budidaya ikan lele sebagai sumber pendapatan tambahan, tentunya dengan tetap berkoordinasi dan memperoleh izin dari pemangku kawasan hutan.

BACA JUGA  Polisi Bakar Rakit PETI di Sungai Kuantan

‎”Saya akan berupaya mencarikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantuan bibit lele, ayam, maupun kebutuhan lainnya. Harapan saya, setiap rumah nantinya bisa memelihara sekitar 50 ekor ayam petelur sehingga mampu menghasilkan tambahan penghasilan bagi keluarga,” katanya.

‎Menurutnya, pengelolaan kawasan perhutanan sosial yang dilakukan secara baik akan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah maupun nasional sejalan dengan program pemerintah. Untuk itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola kawasan hutan harus terus diperkuat agar pengelolaan berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat yang optimal.

‎Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Candra, menyampaikan komitmen DPRD untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat penerima manfaat perhutanan sosial. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan program CSR dari Pupuk Indonesia seluas sekitar 2.000 hektare yang telah melalui verifikasi teknis di 11 desa pada tiga KTH.

‎”Program ini direncanakan mulai kick off pada September mendatang dengan nilai bantuan yang cukup besar. Targetnya sekitar 4.000 petani akan menerima manfaat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengembangan agroforestri sekaligus mengembalikan fungsi kawasan hutan menjadi lebih baik,” jelasnya.

BACA JUGA  Lapas Kelas IIB Pati Raih Dua Penghargaan di Akhir Tahun 2024

‎Penyuluh Pendamping KTH Masjid Baitur Mulyo, Agung Wibowo, SP., menyampaikan bahwa pendampingan terus dilakukan agar kawasan hutan tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, saat ini hasil yang dominan masih berasal dari panen jagung, namun ke depan petani didorong untuk menanam tanaman buah-buahan sebagai investasi jangka panjang.

‎”Ketika petani sudah beberapa tahun menanam jagung, nantinya tanaman buah dapat mulai dipanen sehingga nilai ekonominya akan lebih besar. Selain itu, limbah batang jagung setelah panen jangan dibakar karena dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman buah yang telah ditanam,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa KTH Masjid Baitur Mulyo telah memperoleh kepercayaan pemerintah untuk mengelola kawasan perhutanan sosial seluas 759 hektare dengan masa izin hingga 35 tahun. Namun demikian, izin tersebut akan dievaluasi secara berkala sehingga pengelolaan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA  Bupati Purbalingga Mulai Proses Pencoklitan Data Pemilih untuk Pilkada Serentak 2024

‎”Tahun ini kami mengusulkan penanaman tanaman buah seluas 50 hektare. Saya berharap seluruh anggota dapat merawatnya dengan baik dan tetap mematuhi seluruh aturan kelembagaan KTH Masjid Baitur Mulyo,” pesannya.

‎Ketua KTH Masjid Baitur Mulyo, Sutrisno, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan seluruh pihak terhadap pengembangan perhutanan sosial di wilayahnya. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya hutan yang lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, KPH Cepu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Forkopimcam Sambong, para kepala desa, Ketua KTH se-Kabupaten Blora, serta perwakilan KTH dari Kabupaten Grobogan, Rembang, dan Bojonegoro.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2