Jepara || jatenggayengnews.com– Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perbincangan publik. Dalam video tersebut, pengasuh sebuah pondok pesantren di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyampaikan penolakannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tokoh yang dimaksud adalah KH Ahmad Mundoffar, pengasuh Ponpes Al Husna. Dalam pernyataannya, ia bukan hanya menyatakan tidak menerima program tersebut, tetapi juga menyampaikan pandangan bahwa mengikuti program MBG tidak diperbolehkan menurut keyakinannya.
Selain itu, KH Ahmad Mundoffar mengajak para ulama di berbagai daerah untuk menggelar forum bahtsul masail guna membahas dan mengkaji hukum terkait keikutsertaan masyarakat dalam program MBG.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai pelaksanaan Salat Jumat pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasannya tidak akan menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut KH Ahmad Mundoffar, keputusan tersebut diambil berdasarkan pemahaman dan pertimbangan keagamaan yang diyakininya. Ia juga menyatakan siap menyampaikan pandangannya dalam forum bersama para ulama agar persoalan tersebut dapat dibahas secara lebih mendalam.
Hingga kini, pernyataan tersebut masih menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat maupun sejumlah kalangan.






