Boyolali||Jatenggayengnews.com- Seorang perempuan berinisial TA (19) mengaku masih mengalami trauma setelah menerima kiriman video tidak senonoh dari seorang camat di Kabupaten Boyolali. Dampak psikologis yang dialaminya hingga kini membuat korban sulit tidur dan merasa cemas jika suatu saat harus bertemu kembali dengan terlapor.
Di tengah proses penanganan kasus, TA mengaku kecewa setelah mengetahui camat yang dilaporkannya hanya dijatuhi sanksi berupa teguran. Menurutnya, hukuman tersebut tidak sebanding dengan penderitaan yang ia alami sebagai korban, terlebih seluruh bukti yang dimilikinya telah diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Korban menilai sanksi ringan berpotensi membuat pelaku mengulangi perbuatannya dan dikhawatirkan dapat memunculkan korban lain yang enggan melapor. Ia berharap penanganan kasus seperti ini dilakukan lebih tegas agar memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi efek jera bagi pelaku.






