JEPARA||jatenggayengnews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam meningkatkan kualitas infrastruktur terus diwujudkan. Salah satu langkah nyata yang kini mulai berjalan adalah perbaikan ruas jalan rusak di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, dengan anggaran mencapai Rp2,5 miliar.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan proses pengerjaan telah dimulai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara bahkan sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan proyek.
“Di Daren nanti dibetonisasi. Mudah-mudahan cuacanya mendukung sehingga pekerjaan lancar dan cepat selesai,” ujar Witiarso, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek, ruas jalan yang akan diperbaiki memiliki panjang sekitar 845 meter. Selain betonisasi jalan, pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong guna mendukung kelancaran sistem pengairan di kawasan tersebut.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Berlian Mandalika dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kerja.
Tidak hanya di Desa Daren, Pemkab Jepara juga mulai menggarap sejumlah proyek perbaikan jalan lainnya pada hari yang sama. Di antaranya ruas Bendanpete–Buaran serta Nalumsari–Papringan, yang menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan kabupaten.
Menurut Witiarso, dalam waktu dekat akan ada sekitar 10 paket proyek jalan lainnya yang mulai dikerjakan. Proyek tersebut mencakup pekerjaan betonisasi maupun pengaspalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jepara.
“Karena itu merupakan proyek strategis Kabupaten Jepara, proses review memang membutuhkan waktu lebih panjang. Namun bulan ini sudah mulai berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemkab Jepara menargetkan perbaikan sekitar 60 ruas jalan rusak dengan total anggaran mencapai Rp197 miliar. Anggaran tersebut masih berpotensi bertambah melalui dukungan pemerintah pusat.
Program perbaikan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Witiarso juga memastikan tidak ada lagi kendala berarti terkait harga material konstruksi, khususnya aspal, yang sebelumnya mengalami fluktuasi.
“Sekarang sudah selesai karena sudah sampai titik tertinggi. Harga BBM juga mulai menurun sehingga kondisi sudah kembali normal,” tegasnya.
Dengan dimulainya sejumlah proyek strategis tersebut, masyarakat Jepara diharapkan segera merasakan manfaat dari peningkatan kualitas infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah tahun ini.






