Semarang||Jatenggayengnews.com- Dalam rangka memperingati *Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi, Gunung Ungaran, menjadi lokasi penyelenggaraan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan Plogging (memungut sampah sambil berolahraga) yang dipadukan dengan edukasi konservasi dan keselamatan bagi para pengunjung.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Jateng Resik, Pepelingasih Jawa Tengah, dan Pengelola Curug Lawe Benowo Kalisidi, sebagai bentuk sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan kawasan wisata alam yang bersih, aman, edukatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT MAS ARYA, PT MAS SILUETA, dan PT MAS KREEDA yang turut berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Rangkaian edukasi yang disampaikan kepada pengunjung meliputi pengenalan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) konservasi Rotan Gunung Ungaran (Calamus javensis Blume), informasi keselamatan di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi, kewaspadaan terhadap potensi serangan lebah hutan, hingga edukasi mengenai penggunaan alat pres botol plastik sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Menurut Kelvin Galuh Dwi Adrianto, edukasi merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan wisata alam.
> “Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Curug Lawe Benowo Kalisidi, tetapi juga memahami bagaimana menjaga alam dengan benar. Edukasi adalah investasi jangka panjang agar kawasan ini tetap lestari, aman, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujar Kelvin Galuh Dwi Adrianto.
Kelvin menjelaskan bahwa materi edukasi yang dipasang disusun berdasarkan kondisi nyata di kawasan Gunung Ungaran. Pengunjung diberikan informasi mengenai waktu terbaik mengamati lutung jawa tanpa mengganggu habitatnya, pentingnya menjaga populasi rotan sebagai bagian dari ekosistem hutan, serta langkah-langkah keselamatan saat berada di sekitar air terjun, termasuk kewaspadaan terhadap perubahan debit air ketika musim hujan.
Selain itu, papan edukasi mengenai lebah hutan dipasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengunjung agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu agresivitas koloni lebah, seperti mengganggu atau mendekati sarangnya. Edukasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Gunung Ungaran.
Sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan alat pres botol plastik. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk memilah, membersihkan, dan mempres botol plastik sebelum didaur ulang sehingga volume sampah berkurang, mempermudah proses pengangkutan, serta meningkatkan nilai ekonominya.
Kelvin menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kawasan wisata alam tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara komunitas, pengelola wisata, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
> “Kolaborasi adalah kekuatan utama dalam menjaga lingkungan. Melalui sinergi Jateng Resik, Pepelingasih Jawa Tengah, Pengelola Curug Lawe Benowo Kalisidi, serta dukungan PT MAS ARYA, PT MAS SILUETA, dan PT MAS KREEDA, kami berharap gerakan ini dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk ikut terlibat dalam aksi nyata menjaga alam. Konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.”
Ia menambahkan bahwa wisata alam tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga harus menjadi ruang belajar yang mampu membangun karakter peduli lingkungan bagi setiap pengunjung.
> “Ketika pengunjung pulang dengan membawa pengetahuan tentang satwa liar, tumbuhan endemik, keselamatan di alam, serta pentingnya mengelola sampah dengan baik, maka mereka telah menjadi duta lingkungan di daerahnya masing-masing. Dari aksi kecil hari ini, kita membangun budaya peduli lingkungan untuk masa depan.”
Melalui perpaduan antara aksi plogging, edukasi konservasi, keselamatan wisata alam, dan pengelolaan sampah, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat Curug Lawe Benowo Kalisidi sebagai destinasi ekowisata yang mengedepankan prinsip pelestarian alam, keselamatan pengunjung, serta pemberdayaan masyarakat. Semangat kolaborasi yang dibangun menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan bersama-sama demi mewariskan alam yang lestari kepada generasi mendatang.






