Jakarta Barat || jatenggayengnews.com – Aksi kekerasan antarpelajar kembali menggemparkan masyarakat. Seorang pelajar berinisial DFR (17) menjadi korban pembacokan saat sedang dalam perjalanan menuju sekolah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri tampak diserang secara tiba-tiba oleh pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit.
Pelaku yang datang dari arah berlawanan langsung mengayunkan celurit ke arah korban saat keduanya berpapasan. Tak berhenti di situ, pelaku bahkan turun dari sepeda motor dan kembali melakukan dua kali serangan tambahan.
Meski mengalami luka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan memacu kendaraannya meninggalkan lokasi kejadian. Sementara pelaku langsung melarikan diri usai melakukan aksinya.
Menindaklanjuti laporan korban, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua pelaku berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wiratama membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kasus kini ditangani oleh Polsek Palmerah.
“Pelaku sudah ditangkap, kasus ditangani Polsek Palmerah,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Dede Sobari mengungkapkan bahwa dua orang yang ditangkap sama-sama berstatus pelajar.
“Pelaku sudah ditangkap, dua orang. Satu masih berusia anak dan satu sudah dewasa, tetapi keduanya masih berstatus pelajar,” jelas Dede.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa korban juga merupakan seorang pelajar. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian punggung dan harus menjalani perawatan medis dengan tujuh jahitan.
“Korbannya juga pelajar, ada luka bacok tujuh jahitan di punggung,” kata Wisnu.
Polisi mengungkap bahwa berdasarkan keterangan awal, korban mengaku tidak memiliki persoalan dengan para pelaku. Saat kejadian, ia hanya melintas di lokasi dalam perjalanan menuju sekolah.
“Hasil pemeriksaan awal, korban berangkat dari rumah menuju sekolah melewati TKP. Kemudian korban bertemu sejumlah pelajar lain dan tiba-tiba diserang menggunakan celurit,” terang Wisnu.
Usai mendapatkan perawatan medis, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palmerah pada hari yang sama.
Lebih lanjut, hasil pengembangan penyelidikan mengungkap bahwa aksi pembacokan itu tidak dilakukan hanya oleh dua pelaku yang telah ditangkap. Keduanya mengaku beraksi bersama lima rekan lainnya yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait maraknya aksi kekerasan yang melibatkan pelajar dan pentingnya pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang membahayakan keselamatan orang lain.






