BATANG || jatenggayengnews.com – Video viral di media sosial berjudul “Bandar Bergetar” atau “Bandara Membara” kembali ramai diperbincangkan publik setelah beredar luas dan memicu berbagai klaim. Konten tersebut diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Dalam waktu singkat, video itu menyebar ke berbagai platform digital dan memancing rasa penasaran warganet. Kata kunci terkait pun mendadak menjadi tren pencarian, menunjukkan tingginya atensi publik terhadap konten sensasional tersebut.
Menanggapi hal ini, Polres Batang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dua orang yang diduga terkait dengan video tersebut telah dimintai keterangan untuk mengklarifikasi peristiwa yang terjadi.
Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Maulidya Nur Maharanti, menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut merupakan langkah awal dalam mengungkap asal-usul penyebaran video.
“Pemanggilan ini untuk klarifikasi terkait konten yang beredar dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran rekaman tersebut tanpa izin.
“Semua akan didalami, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, video tersebut diduga awalnya merupakan konsumsi pribadi, namun kemudian bocor dan tersebar luas ke publik. Kondisi ini memicu dampak psikologis bagi pihak yang terlibat serta keluarganya.
Sementara itu, fenomena perburuan tautan video oleh warganet kembali menunjukkan rendahnya kewaspadaan digital. Banyak pengguna internet mengakses tautan tidak jelas yang berpotensi mengandung malware atau pencurian data.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut. Selain melanggar privasi, tindakan itu juga berpotensi melanggar hukum, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Jika memenuhi unsur pidana, pihak yang ikut menyebarkan juga bisa dimintai pertanggungjawaban hukum,” tambah Maulidya.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap secara utuh konstruksi perkara, termasuk menelusuri sumber awal penyebaran video.







