Dishub Bandung Antisipasi Kemacetan Pembangunan Jalur BRT

Nasional168 Dilihat

BANDUNG || jatenggayengnews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memastikan berbagai langkah antisipasi akan disiapkan guna menjaga kelancaran lalu lintas selama proses pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) yang mulai memasuki tahap pengerjaan fisik.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan pembangunan jalur BRT, khususnya jalur khusus atau on corridor, dipastikan berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, terutama di kawasan pusat kota.

“Pembangunan on corridor dan halte itu pasti akan berdampak kepada kemacetan, itu yang harus kita antisipasi,” ujar Rasdian.

Ia menjelaskan, dari rencana awal sebanyak 20 rute BRT, saat ini tersisa 18 rute yang akan dijalankan. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 kilometer jalur akan dibangun sebagai jalur khusus BRT.

BACA JUGA  Sosialisasi Politik Generasi Milenial, Kasat Intelkam Polres Blora Imbau Jaga Kerukukan Meski Beda Pilihan

“Rute BRT itu ada 18 rute dari 20. Dari 18 itu ada 21 kilometer yang on corridor atau jalur khusus, seperti di Jakarta, jadi ada khusus lajurnya,” jelasnya.

Menurut Rasdian, pengerjaan jalur khusus, termasuk pembangunan halte dan pemasangan separator fisik, direncanakan mulai berjalan pada Februari 2026 setelah proses kontrak dari Kementerian Perhubungan rampung.

“Yang on corridor progresnya memang belum kontrak. Rencananya kontrak bulan Februari ini, baik untuk halte maupun separator-nya,” katanya.

Beberapa ruas jalan yang masuk jalur on corridor antara lain Jalan Sudirman, Rajawali, Pasir Koja, Otista, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan, Ahmad Yani, hingga Jalan Jakarta.

BACA JUGA  Berikan Motivasi Pedagang Keliling, TNI Pantau Harga Sembako

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub Kota Bandung akan menempatkan lebih banyak petugas di lapangan serta berkoordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas.

“Memang harus banyak petugas kita tempatkan dan kita koordinasi dengan kepolisian untuk menentukan rekayasa lalu lintas yang tepat,” ujar Rasdian.

Selain itu, Dishub juga akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) melalui Forum Lalu Lintas pada Februari mendatang guna membahas skema antisipasi jangka pendek, menengah, dan panjang selama pembangunan BRT berlangsung.

“FGD ini untuk membahas antisipasi jangka pendek, menengah, sampai jangka panjang secara komprehensif dengan adanya pembangunan BRT,” tuturnya.

BACA JUGA  Acara puncak KASAD Award 2023

Rasdian menambahkan, pengaturan lalu lintas juga akan didukung dengan penerapan Intelligent Traffic System (ITS) berbasis kecerdasan buatan (AI) pada lampu lalu lintas.

“Lampu merah berbasis AI ini sudah diuji coba sejak tahun lalu. Saat antrean kendaraan panjang, lampu bisa otomatis berubah hijau,” pungkasnya.

Dishub berharap berbagai langkah tersebut mampu meminimalkan dampak kemacetan selama proses pembangunan jalur BRT di Kota Bandung.

Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2