Pati || Jatenggayengnews.com-Wara-wiri sejumlah mobil tim KPK selama sepekan ini di antero kabupaten Pati, justru disambut hangat warga.
“Ini fenomena menarik. Boleh jadi, tidak ditemukan di wilayah lain di Indonesia,” kata Koordinator LSM Dewan Kota, Drs Pramudya Budi, Selasa (27/1/2026).
Diungkapkannya, kalau di tempat lain, kehadiran KPK mungkin disambut dengan acuh tak acuh masyarakat.
Namun bagi masyarakat Pati, malah menyambut gembira atas kinerja dan kehadiran KPK.
“Masyarakat Pati bersuka cita memberikan apresiasi. Dan berharap agar tim KPK memperpanjang kehadirannya di Pati,” ujar Pramudya.
Menurut mantan Ketua KPUD Pati ini, tim KPK dikabarkan akan blusukan di Pati, hingga minggu depan.
“Infonya, mereka masih melakukan pengembangan dan pendalaman kasus OTT terkait kasus pengisian calon perangkat desa,” tuturnya.
Pramudya menambahkan, masyarakat Pati juga berharap KPK agar menelisik kasus-kasus lain, yang berpotensi korupsi, terutama terkait permainan proyek.
“Saking antusias dan besarnya dukungan masyarakat, malah ada yang berharap supaya KPK mempertimbangkan untuk membuka kantor perwakilan KPK wilayah Jawa Tengah, tapi kantornya di Pati,” ucap Pramudya.
Catatan wartawan media kita ini, sejumlah tempat penting di Pati, didatangi tim KPK.
Di antaranya Koperasi Artha Bahana Syariah milik Subur. Petugas mengamankan sejumlah dokumen transaksi keuangan, buku tabungan, dan data digital yang berkaitan dengan arus kas masuk dan keluar dalam beberapa tahun terakhir.
”Fokus kami adalah mengikuti aliran uang (follow the money). Kami ingin memastikan apakah lembaga keuangan tertentu digunakan sebagai sarana penampung dana ilegal,” ungkap sumber di lingkungan penyidikan.
Selain itu, petugas KPK juga menyambangi sejumlah rumah, yang diduga anggota timses bupati Sudewo saat pilkada lalu.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan penyidik melakukan penggeledahan di rumah pribadi dan dinas Sudewo, rumah para tersangka lain yang bertindak sebagai pengepul, dan rumah beberapa pihak yang diduga memiliki barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
“Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti elektronik, sejumlah dokumen, baik yang terkait dengan perkara hingga catatan keuangan, uang tunai ratusan juta rupiah yang diamankan,” ujar Budi kepada awak media.
Budi menegaskan, penggeledahan masih berlangsung. Sehingga, KPK belum bisa mengelaborasi dengan lengkap mengenai lokasi penggeledahan di Pati.
Kabupaten Pati, memiliki 21 kecamatan yang mencakup 401 desa, dan lima kelurahan. Saat ini, terdapat 601 jabatan perangkat desa yang kosong.
Sebagaimana diberitakan, Bupati Pati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 20 Januari 2026, setelah lembaga antirasuah itu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam praktik jual-beli jabatan perangkat desa.
Selain menahan Bupati Pati periode 2025-2030 Sudewo, KPK menahan 3 kades, dan mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 2,6 miliar.
Dari gedung Merah Putih KPK menyatakan, masih terus mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. *





