Polda Sumut Diminta Tindak Nakko Sitanggang Perambah Hutan Negara

SERDANG BEDAGAI || jatenggayengnews.com – Warga Kabupaten Serdang Bedagai mendesak Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk bertindak tegas terhadap upaya perambahan kawasan hutan negara yang diduga dilakukan oleh Nakko Sitanggang, seorang residivis yang kini kembali berulah di wilayah Desa Pekan Sialangbuah, Kecamatan Sialangbuah. (2/9/25)

Menurut informasi yang dihimpun, Nakko dan kelompoknya telah mulai membuka lahan hutan secara ilegal dengan menggunakan alat berat jenis beko. Tidak hanya itu, kelompok ini bahkan diduga melakukan intimidasi terhadap warga dan perangkat desa yang mencoba menegur aktivitas perambahan tersebut.

“Nakko Sitanggang itu preman, dia bahkan berani menantang polisi. Cuma Polda Sumut yang bisa tangani dia,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui di lokasi.

Warga menyebut bahwa Nakko berniat menguasai kawasan hutan negara tersebut secara sepihak. Tindakan ini jelas melanggar hukum, apalagi lahan tersebut telah dikonfirmasi sebagai kawasan milik negara oleh pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah melakukan peninjauan ke lokasi.

“Kapolda Sumut harus cepat bertindak. Jangan biarkan lahan negara dicuri preman,” desak warga lainnya.

Selain soal perambahan, warga juga mengungkap rekam jejak kriminal Nakko yang sebelumnya pernah ditangkap oleh Polda Sumut pada tahun 2017 atas kasus narkoba. Nakko disebut baru saja bebas dari Rumah Tahanan Tebingtinggi, namun kini kembali meresahkan warga dengan dugaan keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkoba dan prostitusi anak di bawah umur.

Warga juga menuding Nakko berperan dalam aktivitas ilegal di tempat hiburan malam Grand Galaxy yang berada di Desa Seibamban, Kecamatan Seibamban.

“Kami minta juga Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut turun langsung ke Kecamatan Sialangbuah. Peredaran narkoba makin merajalela di sini,” harap warga.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak kalah oleh tekanan kelompok preman. Mereka juga mendesak agar penegakan hukum terhadap Nakko dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya atas perambahan lahan, tetapi juga dugaan tindak kriminal lainnya.

Gambar 1 Gambar 2
BACA JUGA  Dokter Tifa Soroti Kondisi Kesehatan Jokowi