Bocah Lima Tahun di Konawe Selatan Tewas Dilecehkan dan Dibunuh Tetangga

Tentang Kami426 Dilihat

KONAWE SELATAN || jatenggayengnews.com – Peristiwa mengenaskan terjadi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang membuat warga setempat terguncang. Seorang anak perempuan berusia lima tahun ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pelecehan dan pembunuhan oleh tetangganya sendiri, pria berinisial A (21 tahun).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Konawe Selatan, AKP Laode M. Jefri Hamzah, mengungkapkan bahwa kejadian tragis itu berlangsung pada Kamis, 11 September 2025, di rumah pelaku yang terletak di Desa Toluwanua, Kecamatan Mowila.

Saat itu, korban datang ke rumah pelaku untuk mencari temannya. Namun pelaku justru menarik korban ke dalam kamar dan melakukan kekerasan.

“Korban sempat melawan dan berteriak, sehingga pelaku panik lalu membekap mulut korban dengan bantal hingga tak sadarkan diri,” jelas AKP Jefri saat memberikan keterangan, Senin (15/9/2025).

Dalam kondisi tak berdaya, pelaku diduga melakukan tindakan asusila yang menyebabkan korban meninggal dunia. Karena panik, pelaku menyembunyikan jasad korban ke dalam koper, lalu memindahkannya ke dalam karung dan membuangnya ke semak-semak sekitar 200 meter dari rumahnya pada dini hari Jumat (12/9).

BACA JUGA  Perhutani Pastikan Kayu di Pantai Larangan Bukan Hasil Tebangan, Kapolres Tegal Turun Langsung ke Lokasi

Keesokan harinya, pihak keluarga yang khawatir karena anak tidak pulang, segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Tim gabungan bersama warga pun langsung melakukan pencarian.

“Di hari pertama pencarian, pelaku bahkan ikut serta. Ia sempat mengarahkan pencarian ke lokasi yang menjauh dari tempat jasad korban dibuang,” terang Jefri.

Namun pada hari kedua, Sabtu (14/9), pelaku tidak ikut pencarian dengan alasan berkebun. Sekitar pukul 07.30 WITA, jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung di area semak-semak.

BACA JUGA  Pemkab Kebumen Capai Target UHC, Ini Manfaatnya Untuk Masyarakat

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan adanya kekerasan seksual dan penyebab kematian karena kehabisan napas.

Dalam penyelidikan, polisi mengerahkan unit anjing pelacak (K9). Ketika diberi pakaian korban, anjing langsung menuju rumah pelaku. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang milik korban di rumah tersebut.

“Bukti-bukti dari rumah pelaku menguatkan dugaan kami, dan setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya,” tambah AKP Jefri.

Aparat segera mengamankan pelaku sebelum warga yang marah bertindak anarkis. Polisi pun berhasil mencegah aksi massa yang sempat ingin mengepung rumah pelaku.

BACA JUGA  Polemik BPJS SPPG Sumberagung Disorot

Untuk meredam situasi, kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2