SELUMA || jatenggayengnews.com – Proyek Rehabilitasi Irigasi Bendungan Seluma (BS) di Kabupaten Seluma, yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII dengan nilai anggaran sebesar Rp 23 miliar, menuai sorotan publik. Warga Kelurahan Padang Tambun mengeluhkan kerusakan jalan yang belum lama dibangun akibat lalu lintas alat berat dan aktivitas proyek tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma pun merespons cepat keluhan warga dengan meminta pertanggungjawaban pihak kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki infrastruktur yang terdampak.
“Memang benar jalan itu belum lama dibangun, dan sekarang sudah rusak karena dampak proyek rehabilitasi irigasi. Kami telah menyampaikan kepada pelaksana proyek agar memperbaikinya secepat mungkin,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Seluma, Muhammad Saipullah, SE ST, saat dikonfirmasi pada Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, Dinas PUPR Seluma sudah melakukan pengecekan lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan sebagaimana dikeluhkan warga.
“Kami turun langsung ke lokasi dan benar, kerusakan cukup signifikan. Oleh karena itu, kami minta pelaksana bertanggung jawab dan melakukan perbaikan,” tegasnya.
Proyek senilai miliaran rupiah itu sebenarnya bertujuan meningkatkan kualitas sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah Seluma. Namun, pelaksanaan di lapangan yang kurang memperhatikan dampak terhadap infrastruktur publik menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat.
Warga Padang Tambun mengaku kecewa karena jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik kini rusak berat akibat aktivitas proyek.
Seorang tokoh masyarakat setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung pembangunan, tetapi menolak jika harus menanggung kerusakan akibat proyek besar.
“Kami tak anti pembangunan. Tapi kalau jalan kami rusak, ya kami minta diperbaiki. Ini soal keadilan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap pelaksana proyek lebih bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan. Dinas PUPR Seluma juga akan melakukan pemantauan lanjutan agar proyek irigasi berjalan tanpa merugikan fasilitas umum lain.





