Gunungsitoli || jatenggayengnews.com – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas atas nama Faiginasokhi Zai (FZ) yang terjadi pada 28 Mei 2025 di Jalan Diponegoro, Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Sumatera Utara, meminta atensi dan keadilan dari pihak kepolisian. Mereka mendesak agar pengemudi dump truck yang terlibat dalam kecelakaan segera ditahan dan kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.
Permintaan ini disampaikan oleh DMZ, perwakilan keluarga korban, kepada awak media pada Rabu (25/6/2025). DMZ mengungkapkan bahwa hingga kini korban masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di ICU RS Bethesda Gunungsitoli. “Sudah lebih dari dua minggu ayah saya dirawat dalam keadaan tidak sadar. Dokter menyatakan kondisi tulang punggungnya bengkok dan saraf terganggu, hingga menyebabkan kelumpuhan. Bahkan, ada indikasi perdarahan di otak dan harus dirujuk ke Medan untuk CT Scan, namun kami tidak memiliki biaya,” ungkap DMZ dengan nada sedih.
Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dan SP2HP dari Polres Nias, penyelidikan telah berjalan sejak laporan polisi dibuat pada 29 Mei 2025. Barang bukti berupa satu unit dump truck Mitsubishi Fuso dan sepeda motor milik korban telah diamankan, serta beberapa saksi juga telah diperiksa. Namun hingga saat ini, supir dump truck masih belum ditahan karena penyidik Satlantas Polres Nias memberikan penangguhan penahanan.
DMZ menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berupaya memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan keluarga pelaku untuk menjajaki penyelesaian kekeluargaan. Sayangnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. “Tidak ada niat baik dari pihak supir dan pemilik kendaraan. Kami merasa dipandang sebelah mata karena berasal dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.
Dengan tegas, DMZ meminta agar Kapolres Nias dan Kasat Lantas memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Ia berharap proses hukum dapat ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. “Kami hanya ingin keadilan untuk ayah kami. Supir harus ditahan dan bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya penuh harap.






