SUMENEP || Jatenggayengnews.com- Pengalaman dramatis dialami jurnalis saat meliput banjir di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep. Dalam tugas jurnalistiknya, Mahrus Ali jurnalis bangsapedia.com terperosok ke selokan tertutup air banjir, sebuah peristiwa yang menggambarkan risiko nyata di balik peliputan bencana.
Kisah bermula pada pukul 09.00 WIB, ketika Mahrus menyusuri kawasan selatan Kampus Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep untuk memantau dampak banjir yang masih menggenangi rumah warga dan lahan pertanian.
Di lokasi, ia bertemu tim Baznas Sumenep yang tengah bersiap membagikan bantuan makanan. Ia pun memutuskan ikut serta, menjadikan momen itu sebagai liputan langsung dari lokasi terdampak.
Perjalanan menembus banjir dimulai. Sepeda motor nyaris mogok karena air yang cukup tinggi. Di sela-sela itu, Mahrus sempat berbincang dengan warga yang menceritakan bahwa banjir sudah masuk rumah sejak malam sebelumnya. Mereka bahkan harus tidur di atas kursi karena seluruh ruangan terendam.
Hujan kembali turun saat perjalanan berlanjut. Motor yang dikendarai Mahrus sempat mati karena kemasukan air, namun berhasil ia nyalakan lagi. Dengan satu tangan membawa nasi bungkus dan satu lagi menggenggam ponsel untuk dokumentasi, ia menelusuri jalanan banjir menuju salah satu rumah penerima bantuan.
Namun, bencana kecil terjadi. Ia tidak melihat adanya selokan besar yang tertutup genangan. Tanpa sempat menghindar, ia terjerembab masuk hampir se leher. Meski kaget atas apa yang menimpanya, namun mahrus tetap berusaha menyelamatkan nasi bungkus dan handphone yang dipegangnya.
“Saya basah kuyup. Saya kaget, tapi tetap berusaha menjaga nasi bungkus dan ponsel agar tidak rusak” katanya, Jumat (23/05/2025).
Jurnalis yang dikenal sangat aktif terjun ke lapangan tersebut, menyatakan momen yang dialaminya itu sengaja dibagikan agar tidak hanya menjadi catatan pribadi, tapi juga potret dedikasi jurnalis dalam menyuarakan nasib warga terdampak.
“Liputan ini bukan hanya soal berita. Tapi juga tentang merasakan langsung apa yang dirasakan warga,” ujar Mahrus.
Sementara itu, banjir di Desa Patean masih menyisakan genangan. Warga juga berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar bencana tahunan ini tak terus berulang.(*)
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






