Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Kedudukan Danantara

Tentang Kami367 Dilihat

Jakarta || Jatenggayengnews.com, 10 Maret 2025 – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, dalam keynote speech pada webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Esa Unggul, mengajak perguruan tinggi untuk memperkuat kedudukan Danantara. Ia menyampaikan bahwa munculnya sikap pro dan kontra terhadap pembentukan Danantara adalah hal yang wajar dalam setiap kebijakan pemerintah. Proses ini merupakan bagian dari upaya menuju kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Viva Yoga menambahkan bahwa dirinya hadir pada peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 24 Februari 2025. Danantara dibentuk berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 dan UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN, dengan misi untuk menjadi sovereign wealth fund (SWF) yang mandiri dan berkelola dengan baik. Badan ini bertujuan untuk mengelola dana abadi pemerintah dan berinvestasi dalam berbagai instrumen guna meraih keuntungan yang mendukung pembangunan jangka panjang.

Dengan aset mencapai Rp14.665 triliun, Danantara kini menjadi SWF terbesar di dunia, mengalahkan Temasek Singapura dan Investment Corporation of Dubai (ICD). Kehadiran badan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

BACA JUGA  Saling Klaim Tanah Percaton Desa di Kecamatan Torjun, Ketua BPD Kodak Dianiaya

Viva Yoga juga berharap Danantara akan mentransformasi BUMN menjadi kelas dunia yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya. Ia mengajak civitas akademika, pengamat, dan pelaku keuangan untuk memberikan masukan berbasis kajian ilmiah guna memperkuat Danantara.

BACA JUGA  Polres Sragen Beri Penghargaan Personel Teladan

Lebih lanjut, Viva Yoga berharap Danantara akan mendorong kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, yang juga mendukung program swasembada pangan dengan proyek strategis nasional (PSN). PSN tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kawasan transmigrasi, membuka lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA  Darurat Integritas: 20 Kepala Daerah di Jawa Timur Terjaring OTT KPK

Webinar tersebut dihadiri oleh berbagai akademisi dan pakar, termasuk Dekan FH Universitas Esa Unggul, Dr. Freddy Harris, SH., LLM, ACCS; Dekan FH Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Dr. H. Harmono, SH., MH; Dekan FH Universitas Nasional, Dr. Erma Defiana Putriyanti, SH, MH; dan 160 peserta lainnya.