PKL Gelora Kraksaan Bentuk Paguyuban untuk Maju Bersama

Nasional483 Dilihat

Probolinggo||Jatenggayengnews.com – Para pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di sekitar Gelora Kraksaan memutuskan untuk bersatu dan membentuk komunitas paguyuban yang dinamakan Gelora Merdeka. Langkah ini diambil dengan tujuan menjaga kerukunan antar PKL, serta untuk memajukan usaha mereka secara bersama-sama dan terorganisir.

Komunitas ini didirikan dengan alasan semakin banyaknya jumlah PKL di kawasan tersebut, yang dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas, kebersihan, serta estetika lingkungan. Selain itu, sebagai bagian dari sektor ekonomi informal, para PKL berharap adanya pemberdayaan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Pembentukan paguyuban ini merupakan langkah awal agar PKL di sini bisa maju. Kami ingin setiap anggota paguyuban memiliki izin usaha, seperti NIB, dan ke depannya kami akan mengajukan pembinaan kepada dinas terkait,” ujar Rio, salah seorang PKL lama di Gelora Kraksaan.

BACA JUGA  Kejati Sumut Pulihkan Keuangan Negara Rp105,8 M dan USD 2,9 Juta

Meski kawasan Stadion Gelora Merdeka belum ditetapkan secara resmi sebagai sentra PKL oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Rio dan rekan-rekannya tetap optimis untuk membuat usaha mereka lebih modern dan terorganisir. Mereka berencana untuk mendaftarkan paguyuban mereka ke Pemda Kabupaten Probolinggo dan meminta agar kawasan ini dimasukkan dalam program penataan dan pemberdayaan PKL yang tercantum dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

BACA JUGA  Obyek Wisata Taman Balesari di Ngaringan di Resmikan Bupati Grobogan

Rio juga menambahkan bahwa mereka berpedoman pada Permendagri nomor 41 tahun 2012, dengan tujuan agar keberadaan mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dapat mencegah pungutan liar (pungli) serta menciptakan ketertiban.

“Tujuan kami agar bisa satu suara dan bergerak bersama, sesuai aturan yang berlaku,” jelas Rio.

Walaupun sempat ada wacana untuk membatalkan pemilihan ketua yang direncanakan oleh paguyuban berdasarkan arahan Camat Kraksaan, sebagian besar PKL tetap melaksanakan pemilihan secara demokratis. “Pemilihan ini merupakan inisiatif dari kami, sebagai bentuk demokrasi dan partisipasi aktif dalam menentukan perwakilan kami,” kata seorang PKL.

BACA JUGA  Inilah Strategi Perlindungan Kepentingan Nasabah dalam Menghadapi Situasi Distrust pada BMT BUS Pusat dan Cabang

Setelah melalui proses pemilihan, hasil suara untuk calon ketua adalah sebagai berikut:

  1. WETMUM – 5 suara
  2. DIDIK TRI WAHYUDI – 69 suara
  3. ARIFIN – 1 suara

Kini, dengan terpilihnya ketua, paguyuban Gelora Merdeka akan segera membentuk struktur organisasi dan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mendukung kemajuan usaha mereka.

Gambar 1 Gambar 2