Purwokerto||Jatenggayengnews.com – Penjabat Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar, bersama Bunda PAUD Dewi Wikaningsih, menerima kunjungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpaudi Kabupaten Banyumas pada Rabu, 22 Januari 2025, di Ruang Joko Kaiman Komplek Pendopo Si Panji Purwokerto. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan program kerja serta meminta arahan terkait upaya peningkatan kualitas pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan beberapa masalah yang dihadapi organisasi Himpaudi.
Audiensi ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Banyumas, Dwi Kustantinah, dan Kasi Kurikulum SD, Muhammad Robani. Pengurus Himpaudi Banyumas dipimpin oleh Ketua Himpaudi, Ina Yukawati.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Himpaudi, Ina Yukawati, memaparkan visi misi dan program kerja Himpaudi, serta masalah yang sedang dihadapi oleh pendidik PAUD, seperti perbedaan honorarium atau insentif yang diterima guru melalui Anggaran Dana Desa (ADD), yang seringkali berbeda antar desa. Selain itu, isu terkait syarat pendidik PAUD yang kini harus memiliki pendidikan minimal Sarjana S1 juga disampaikan.
Ina Yukawati juga berharap adanya keseragaman dalam hal honor, gaji, dan insentif bagi pendidik PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas, agar tidak menimbulkan kecemburuan antar desa. Ia meminta Pj Bupati untuk segera membuat aturan terkait hal ini. Tak hanya itu, Himpaudi juga berharap ada peluang bagi guru-guru PAUD untuk mendapatkan beasiswa kuliah S1 PAUD agar meningkatkan kualitas pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Pj. Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan dan masukan yang telah disampaikan oleh Himpaudi, termasuk pembuatan surat edaran agar seluruh desa dapat menganggarkan insentif untuk guru PAUD.
Pj. Bupati juga berjanji akan segera meminta Camat dan Kepala Desa yang belum memiliki PAUD untuk mendirikan lembaga tersebut. Ini sebagai langkah untuk memastikan bahwa pendidikan Anak Usia Dini dapat dirasakan oleh semua anak di Banyumas pada usia emas 0-5 tahun, sehingga Kabupaten Banyumas dapat mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia.
Dengan adanya audiensi ini, diharapkan akan tercipta keseragaman dalam pengelolaan PAUD di Kabupaten Banyumas dan peningkatan kualitas pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik.






