Purbalingga||Jatenggayengnews.com– Kegiatan rutin Purbalingga Bermunajat yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kembali digelar pada Minggu, (12/1) di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga. Acara ini menjadi momen spesial karena dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Bupati Tiwi), yang juga menandai kehadirannya untuk terakhir kalinya sebagai Bupati dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tiwi menyampaikan rasa harunya dan berharap agar tali silaturahmi yang telah terjalin antara dirinya dan keluarga besar Muhammadiyah dapat tetap terjaga meskipun masa jabatannya telah berakhir. “Silaturahmi tidak mengenal batas waktu. Saya berharap hubungan baik ini terus berlanjut,” ungkap Bupati Tiwi.
Selain itu, Bupati Tiwi juga meminta doa dari seluruh hadirin agar diberikan kekuatan lahir dan batin untuk terus dapat berkontribusi kepada masyarakat. “Semoga saya tetap diberi kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat Purbalingga,” tambahnya.
Kegiatan Purbalingga Bermunajat kali ini juga menjadi momen penting untuk rekonsiliasi pasca perbedaan pilihan dalam Pilkada 2024. Bupati Tiwi menekankan pentingnya persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Purbalingga, menyatakan bahwa Pilkada telah usai dan saatnya untuk melebur semua perbedaan demi Purbalingga yang lebih baik. “Saatnya kita melebur semua perbedaan demi Purbalingga yang lebih baik,” pesan Bupati Tiwi.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga, H Sukarman, juga mengapresiasi kelancaran Pilkada yang berlangsung aman dan kondusif. Ia mengutip QS Al-Hadid ayat 22, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir dan rencana Allah. “Menang, kalah, sedih, atau gembira adalah skenario Allah yang harus kita syukuri,” tutur H Sukarman.
Kegiatan Purbalingga Bermunajat ini tidak hanya diisi dengan doa bersama, namun juga menjadi ajang bermunajat kepada Allah agar Purbalingga senantiasa menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh berkah. Doa-doa tersebut dipanjatkan oleh seluruh peserta kegiatan.
Sukarman juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tiwi atas fasilitas dan dukungannya selama ini, termasuk penggunaan Pendopo Dipokusumo untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti kajian Ahad Pagi dan acara doa bersama. “Terima kasih, Bupati Tiwi, atas semua kenangan indah dan perhatian yang diberikan kepada kami,” ujar H Sukarman, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Kegiatan Purbalingga Bermunajat ini ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dzulfikar Ahmadi Tawalla, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI. Tausiyah tersebut memberikan semangat baru bagi seluruh hadirin untuk terus memperbaiki diri dan mendukung pembangunan Kabupaten Purbalingga.
Dengan semangat persaudaraan dan doa bersama, kegiatan ini berhasil memperkuat ikatan sosial dan membangun optimisme untuk masa depan Kabupaten Purbalingga yang lebih baik.






