Penganiayaan Dugaan Anak Anggota DPRD Surabaya, Polrestabes Surabaya Selidiki Kasus

SURABAYA || jatenggayengnews.com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki dugaan penganiayaan oleh Hafidh Fawwaidz/HF (25), anak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Syaifudin Zuhri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar (Kasat Reskrim Polrestabes) Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendro Sukmono menyatakan penyelidikan digelar setelah menerima laporan nomor LP/B/309/III/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi,” katanya kepada wartawan di Surabaya, disisita antara

BACA JUGA  Jalur Sragi-Bojong Lumpuh Akibat Pohon Tumbang, Polisi dan Tim Gabungan Gercep Evakuasi

Korban sekaligus pelapor adalah anak usia 18 tahun berinisial I.

Sementara Kuasa Hukum HF, Billy Handiyanto, meluruskan laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Persoalannya berawal dari suatu malam pada pekan ketiga bulan Maret lalu,” ujarnya.

Saat itu HF dalam perjalanan pulang dari berziarah ke makam Sunan Drajad di Lamongan.

Jelang sampai rumah, tepatnya di Jalan Jawar, Pakal, mobilnya dilempar batu hingga kaca depannya retak.

BACA JUGA  Manfaatkan DBHCHT, Disnakerperinkop dan UKM Kudus Buka 26 Program Pelatihan Kerja

HF putar balik untuk mencari pelaku. Hanya menemukan sebuah sepeda motor yang ditinggal di pinggir jalan. Sementara terlihat pelaku bersama teman-temannya lari menjauh ke rawa-rawa.

HF tidak mengejarnya tapi langsung melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Pakal.

“Polisi kemudian berhasil menangkap salah satu pelaku. Saat menggeledah sepeda motor yang ditinggalkan di tepi jalan, ditemukan alkohol dan obat-obatan terlarang,” ujar Billy.

Setelah kejadian malam itu, salah satu dari kelompok pelaku yang melakukan pelemparan, datang ke rumah aspirasi Calon Legislatif (Caleg) PDIP di Jalan Jawar Surabaya.

BACA JUGA  Gubernur Riau Puji Irjen Iqbal Pilih Waktu Yang Pas Untuk Doa Bersama Pemilu Damai

“Di Rumah Aspirasi ada banyak orang, termasuk ayah HF. Mereka semua saling bermaafan dan tampak damai. Bahkan mereka ngobrolnya enak. Karena besoknya mereka mau ke Polsek Pakal bersama-sama untuk mencabut laporan. Kalau dilogikakan, masak ada penganiayaan. Nah ini yang perlu diluruskan,” ucap Billy. (Lu2k/red)