Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Strategi Prabowo Dinilai Efektif

JAKARTA || jatenggayengnews.com — Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dinilai menjadi sinyal positif bahwa strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pengamat ekonomi dan politik Andre Vincent Wenas menilai capaian tersebut bukan sekadar dampak sementara dari peningkatan belanja pemerintah, melainkan menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan 5,61 persen ini bukan anomali. Ini bukti bahwa government spending bekerja menjaga ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan global,” kata Andre kepada KakiNews, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Andre, kinerja ekonomi Indonesia tergolong impresif jika dibandingkan dengan sejumlah negara anggota G20. Ia mencatat pertumbuhan Indonesia berada di atas beberapa negara besar, termasuk China yang tumbuh 5 persen, Singapura 4,6 persen, Korea Selatan 3,6 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.

“Kalau melihat situasi global hari ini, capaian Indonesia sangat agresif dan cukup mengejutkan,” ujarnya.

Andre menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah percepatan realisasi belanja negara pada awal tahun. Hingga kuartal pertama 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp815 triliun atau meningkat 31,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat bahkan melonjak 47 persen secara tahunan, sementara subsidi dan kompensasi meningkat hingga 266 persen.

“Belanja negara menjadi bantalan utama ekonomi nasional. Ini merupakan strategi percepatan agar ekonomi tidak terseret perlambatan global,” kata Andre.

Selain faktor fiskal, kondisi likuiditas nasional juga dinilai sangat mendukung. Ia mengungkapkan bahwa Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,9 triliun hingga April 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit dan investasi.

“Bank Indonesia memastikan likuiditas lebih dari cukup. Ini penting untuk menopang sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi, pertanian, UMKM, dan perumahan,” jelasnya.

Di sektor investasi, Andre mencatat realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Investasi tersebut disebut berhasil menyerap lebih dari 706 ribu tenaga kerja.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap memperbaiki efisiensi investasi nasional dengan menurunkan rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang saat ini masih berada di kisaran 6 hingga 7.

“Targetnya harus turun ke angka 4 agar investasi menjadi lebih efisien dan mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andre juga mendukung langkah Dudung Abdurachman yang berencana menginvestigasi dugaan praktik jual beli dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program unggulan pemerintahan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut harus dijaga agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

“Program MBG tidak boleh diselewengkan. Anggarannya besar dan harus menghasilkan multiplier effect bagi ekonomi rakyat,” tegasnya.

Andre juga mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan ekonomi berdasarkan data dan indikator yang ada, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi pesimistis yang berkembang.

“Data ekonomi sudah bicara. Pemerintahan Prabowo-Gibran sedang membuktikan hasil kerjanya, bukan sekadar janji,” pungkasnya.

Gambar 1 Gambar 2
BACA JUGA  Ditjen Bina Adwil Tegaskan Komitmen Pemerintah Indonesia Membangun Kota Cerdas Pada Gelaran World Smart City Expo 2024