Prabowo Tiba di Cebu Naik Maung

Nasional33 Dilihat

CEBU ||jatenggayengnews.com — Presiden Prabowo Subianto tiba di Mactan-Cebu International Airport, Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026) pukul 13.45 waktu setempat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-48 yang berlangsung pada 7 hingga 8 Mei 2026.

Setibanya di terminal General Aviation (Gen-AV), Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Eduardo Oban selaku Penasihat Keamanan Nasional Filipina. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan jajar pasukan kehormatan dan penampilan tarian tradisional khas Filipina sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara Indonesia.

Selain itu, Presiden juga menerima buket bunga dari pihak tuan rumah sebagai simbol persahabatan dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina.

BACA JUGA  Status Pegawai Diterapkan, 90 Persen Driver Ojol Terancam Kehilangan Pekerjaan

Kedatangan Presiden Prabowo kali ini turut menarik perhatian publik internasional karena untuk pertama kalinya dalam agenda luar negeri, ia dijemput menggunakan kendaraan taktis ringan Maung produksi dalam negeri.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan penggunaan kendaraan Maung menjadi simbol kemajuan industri pertahanan nasional Indonesia.

BACA JUGA  Delegasi Geopark Kebumen Ikut Berpartisipasi Bantu Korban Gempa Maroko

“Maung bukan sekadar kendaraan operasional, tetapi juga simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional, dan kemajuan teknologi industri Indonesia,” ujarnya.

Menurut Teddy, kendaraan taktis tersebut mulai dikembangkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan dan kini telah diproduksi sebanyak 3.200 unit oleh PT Pindad.

Ia menilai penggunaan Maung dalam forum internasional seperti KTT ASEAN merupakan bagian dari diplomasi modern Indonesia yang menunjukkan kemampuan industri pertahanan nasional di tingkat global.

BACA JUGA  Amankan Pemilu 2024, Polres Grobogan Cek Kesiapan Kendaraan dan Perlengkapan Dinas

Kehadiran Presiden Prabowo di Cebu diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan berbagai isu strategis kawasan, mulai dari kerja sama ekonomi, keamanan regional, stabilitas politik, hingga penguatan solidaritas antarnegara Asia Tenggara.

“Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” tutup Teddy.