KABUPATEN SEMARANG || Jatenggayengnews.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak generasi muda terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah menanam pohon produktif yang manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian acara “1001 Tenda, 1001 Alasan” di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 pohon buah ditanam di Blok F kawasan Gedongsongo. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pelajar, siswa pecinta alam (Sispala), serta relawan pegiat lingkungan.
Taj Yasin mengatakan, pemilihan tanaman buah diharapkan tidak hanya mendukung kelestarian ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus.
“Yang kita tanam ini juga tanaman-tanaman buah yang menghasilkan untuk keturunan kita, untuk penerus kita. Maka, ini harus kita jaga,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan konservasi seperti ini perlu terus digalakkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat.
Selain mengajak peserta menanam pohon, Taj Yasin juga berpesan agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Gerakan ini mendorong setiap rumah memiliki sumur resapan sebagai upaya menjaga ketersediaan air tanah sekaligus meningkatkan daya serap air hujan.
Ia menyebut, penerapan gerakan tersebut telah dilakukan di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Hasilnya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam upaya menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Karena itu, menurut Taj Yasin, gerakan tersebut perlu disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya konservasi air melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan relawan lingkungan di Gedongsongo juga menjadi ruang untuk mengomunikasikan serta menyosialisasikan gerakan Sopan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah, Arifin, mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai komunitas, pelajar, mahasiswa, dan relawan pegiat alam.
Arifin menjelaskan, jenis pohon buah yang ditanam dipilih berdasarkan arahan serta kesesuaian kondisi kawasan dari Perhutani. Selain mendukung penghijauan, tanaman buah diharapkan dapat menjadi sumber pakan bagi satwa, khususnya monyet ekor panjang, sehingga membantu mengantisipasi gangguan satwa di lingkungan sekitar.
Ia mengapresiasi antusiasme ratusan peserta yang terlibat. Menurutnya, partisipasi berbagai komunitas tersebut menunjukkan tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Setelah penanaman pohon, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan kawasan sebelum para peserta membongkar tenda.
Salah satu peserta, Oktea, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia bersama ratusan peserta lainnya memperoleh berbagai materi mengenai kepedulian dan pelestarian lingkungan.
Oktea juga berpesan kepada generasi Z agar ikut menjaga lingkungan, salah satunya dengan mengelola sampah secara baik dan bertanggung jawab.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






