Meruwat Indonesia di Makam WR Soepratman, KPIR Kobarkan Nasionalisme Lewat Seni Tradisi

Tentang Kami16 Dilihat

SURABAYA || jatenggayengnews.com– Komunitas Kami Pecinta Indonesia Raya (KPIR) menggelar kegiatan bertajuk Meruwat Indonesia di kompleks Makam Pahlawan Nasional Wage Rudolf Soepratman, Jalan Kenjeran, Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menjadi ruang refleksi kebangsaan melalui perpaduan seni tradisi, budaya, dan semangat nasionalisme.

Bersama Yayasan WR Soepratman dan Surabaya Digital City, KPIR menghadirkan berbagai pertunjukan yang mengajak masyarakat mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air.

Pemilihan makam WR Soepratman sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut menjadi pengingat sejarah lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang hingga kini menjadi simbol persatuan dan identitas bangsa.

Seni Tradisi sebagai Media Nasionalisme

Salah satu penampilan utama dalam kegiatan tersebut adalah Teater Mantra bertajuk “Doa Tolak Balak” yang dibawakan Nyai Ngatinah, empu seni tradisi berusia 69 tahun.

BACA JUGA  Prabowo Tegaskan Janji Pemimpin Bersih dan Berantas Korupsi

Pertunjukan tersebut mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai sarana refleksi terhadap berbagai persoalan bangsa. Heri Jolotundo bertindak sebagai ilustrator, sementara Rokimdakas menjadi sutradara sekaligus pengarah pertunjukan.

Selain itu, kegiatan juga diisi orasi kebudayaan oleh Prof. Siswanto yang mengangkat tema bahaya narkoba bagi generasi muda dan masa depan bangsa.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia tidak hanya melalui semangat nasionalisme, tetapi juga dengan membangun karakter, kepedulian sosial, serta melindungi generasi penerus dari berbagai ancaman.

Tari Remo hingga Puisi Cinta Tanah Air

Panggung Meruwat Indonesia turut dimeriahkan berbagai penampilan seni dari komunitas dan generasi muda.

Perguruan Seni Budaya Kampoeng Ilmu menampilkan Tari Remo kolosal yang menggambarkan kekayaan budaya Jawa Timur.

Sementara itu, W Sibling menghadirkan pertunjukan musik oriental, paduan suara SMK Muhammadiyah membawakan lagu-lagu kebangsaan, dan Denting Kemuning menyampaikan pesan nasionalisme melalui pembacaan puisi.

BACA JUGA  Tawaran kerja sama Jepang bantu program Makan Bergizi Gratis disambut baik Prabowo

Keberagaman penampilan tersebut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap bangsa dapat disampaikan melalui berbagai bentuk kreativitas dan ekspresi budaya.

Keterlibatan pelajar dan komunitas seni juga menjadi upaya menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Indonesia.

Nasionalisme Tidak Harus Melalui Seremoni

Ketua pelaksana Meruwat Indonesia, Rokimdakas, menegaskan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air tidak selalu harus diwujudkan melalui upacara resmi atau kegiatan seremonial.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan seni tradisi dan para pelaku budaya dapat menjadi cara untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Indonesia.

Melalui pendekatan kebudayaan, masyarakat diajak memahami bahwa nasionalisme bukan sekadar slogan, melainkan harus tercermin dalam sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan menghargai keberagaman.

Sejumlah komunitas turut bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut, di antaranya Komunitas Surabaya Juang, Pecinta Alam dan Pendaki Gunung MGM, MASTRIP, serta Paguyuban Cak Ning.

BACA JUGA  Aksi Unjuk Rasa FMPP Desak Wali Kota dan Kadisdik Kota Bandung

Keterlibatan berbagai komunitas tersebut menjadi gambaran bahwa semangat persatuan tetap relevan di tengah berbagai tantangan zaman.

Melalui Meruwat Indonesia, KPIR berharap nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Panggung kebudayaan di makam WR Soepratman itu menjadi pengingat bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan membangun masa depan bangsa.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2