SEMARANG || JatengGayengNews.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, olahraga tidak hanya berperan dalam menjaga kebugaran masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.
Karena itu, momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan menjadi pijakan untuk mendorong pengembangan sport industry atau industri olahraga dan sport tourism atau pariwisata olahraga di Jawa Tengah.
“Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional, saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk hidup sehat,” ucap Taj Yasin saat membuka peringatan Haornas tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, Haornas harus menjadi pengingat bagi masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan terus berupaya menyediakan ruang olahraga yang nyaman dan mudah diakses masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting seiring semakin banyak warga Jawa Tengah yang menjadikan aktivitas olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Peningkatan aktivitas olahraga masyarakat diharapkan turut berdampak terhadap kualitas kesehatan serta angka harapan hidup di Jawa Tengah.
Di sisi lain, Pemprov Jateng ingin aktivitas olahraga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Salah satunya melalui pengembangan industri olahraga dan pariwisata olahraga.
Taj Yasin menilai, pengembangan sport tourism dapat menarik masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Jawa Tengah mengikuti maupun menyaksikan kegiatan olahraga, sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner yang tersedia.
Ia mencontohkan kawasan Stadion Jatidiri yang tidak hanya memiliki fasilitas olahraga, tetapi juga dapat menjadi ruang publik bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas olahraga di kawasan tersebut telah dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengingatkan masyarakat mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026.
Sekitar 9.000-10.000 peserta diperkirakan hadir di Semarang dalam ajang tersebut. Menurut Taj Yasin, Porprov menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan sekaligus mengukur potensi atlet Jawa Tengah.
Ia mengatakan, Jawa Tengah selama ini turut menyumbangkan atlet yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional.
“Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan, peringatan Haornas tahun ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jateng, hingga Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP) Jateng.
Ia menegaskan bahwa Haornas tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.
“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional, dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujarnya.
Aria menambahkan, tujuan utama peringatan Haornas di Jawa Tengah adalah menggelorakan semangat olahraga di tengah masyarakat.
Dengan semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, tingkat kebugaran diharapkan ikut meningkat. Di sisi lain, budaya olahraga yang semakin kuat dapat menjadi fondasi untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Jawa Tengah secara konsisten berprestasi pada ajang Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional), Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional), dan kejuaraan lainnya, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.
Sejumlah atlet Jawa Tengah juga turut memperkuat kontingen nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Mereka bahkan menyumbangkan medali bagi Indonesia dalam ajang SEA Games dan Asian Para Games.
“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegasnya.
Aria berharap momentum Haornas dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, satuan pendidikan, atlet, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat serta salah satu penggerak ekonomi daerah.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






