SEMARANG || jatenggayengnews.com – Sebanyak 150 relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Jawa Tengah mengikuti Apel Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan yang digelar di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron, Perum Perhutani KPH Semarang, Jumat (4/9/2026).
Apel pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus memperkuat kemampuan respons cepat dalam kondisi darurat.
Apel dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, perwakilan Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Perum Perhutani KPH Semarang, unsur kecamatan dan pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan terkait.
Sumarno menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas relawan merupakan bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Menurutnya, relawan harus memiliki kemampuan yang memadai sehingga mampu mengambil langkah secara cepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan ini. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Sumarno usai memimpin Apel Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan di BKPH Penggaron, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
menambahkan, kompetensi dan kesiapan personel di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana. Dengan pembekalan yang diberikan, para relawan diharapkan tidak hanya memahami prosedur penanganan, tetapi juga mampu mengambil keputusan dan melakukan tindakan secara cepat dan tepat.
“Jadi tidak kalau ada kejadian bingung, tapi sudah bisa mengambil langkah dan penanganan segera dieksekusi. Penanganan yang lebih cepat tentu akan berdampak pada penekanan jumlah korban dan kerugian,” tegasnya.
Administratur/KKPH Semarang, Misa Ekaristi, menyampaikan bahwa Perhutani KPH Semarang mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bagian dari sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi bencana.
“Kami dari Perhutani KPH Semarang mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Kawasan hutan Penggaron kami dukung sebagai lokasi pelatihan, karena kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapan dan keterampilan para relawan dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan,” ujar Misa.
Dalam rangkaian pelatihan tersebut, para relawan mendapatkan pembekalan dari instruktur Basarnas, antara lain materi pencarian dan pertolongan serta Urban Search and Rescue (Urban SAR). Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan respons awal, pencarian, pertolongan, dan penanganan kondisi darurat di lapangan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas, menyampaikan bahwa dalam pemetaan risiko kebakaran, kejadian kebakaran hutan di Jawa Tengah relatif minim. Sebagian besar kejadian kebakaran lebih banyak terjadi pada lahan pertanian maupun perkebunan yang antara lain dipicu oleh kelalaian manusia atau human error.
“BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat,” pungkas Bergas.
Pelaksanaan Apel Pembukaan dan rangkaian pelatihan di kawasan hutan BKPH Penggaron menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Dukungan Perum Perhutani KPH Semarang melalui pemanfaatan kawasan hutan sebagai lokasi kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, 150 relawan TRC Jawa Tengah diharapkan semakin siap, terampil, dan memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan tindakan cepat dan tepat dalam upaya pencarian, pertolongan, serta penanganan awal ketika terjadi bencana di wilayah Jawa Tengah. (Kom-PHT/Smg/Noe)
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






