SURAKARTA||Jatenggayengnews.com_Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut menerapkan layanan fast track atau jalur cepat untuk mengurangi kepadatan pasien, terutama di area pelayanan utama.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung penerapan layanan tersebut pada Kamis (13/8/2026). Dalam kunjungannya, ia melihat alur pelayanan pasien yang dinilai sudah lebih tertata dibanding sebelumnya.
Taj Yasin mengatakan, dirinya tidak lagi menemukan antrean pasien yang menumpuk di lantai bawah. Pasien yang membutuhkan pelayanan telah diarahkan menuju lantai tiga sehingga kepadatan dapat dikendalikan.
“Saya senang, karena sudah tidak melihat lagi masyarakat atau pasien di bawah numpuk,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pembenahan sistem pelayanan melalui fast track mulai menunjukkan hasil. Koordinasi antarbagian juga terus diperbaiki agar pasien tidak terlalu lama menunggu.
Perbaikan pelayanan menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul keluhan masyarakat mengenai lamanya proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Taj Yasin menilai persoalan tersebut tidak selalu berkaitan dengan tidak adanya penanganan medis, tetapi juga dapat dipengaruhi proses rujukan dan perpindahan pasien antarunit yang belum berjalan optimal.
Karena itu, ia meminta seluruh bagian di rumah sakit memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi yang cepat dinilai penting agar persoalan internal tidak berdampak pada masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena persoalan koordinasi,” tegasnya.
Taj Yasin menambahkan, peningkatan pelayanan RSUD Dr. Moewardi memiliki arti penting bagi Pemprov Jawa Tengah. Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, Moewardi menjadi salah satu wajah pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Dr. Moewardi. Tidak hanya warga Jawa Tengah, pasien dari berbagai daerah di luar provinsi juga datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Moewardi, Yunita Dyah Suminar, mengatakan pihaknya kini memberikan perhatian khusus terhadap durasi pasien selama berada di IGD.
Menurutnya, pasien dalam kondisi kegawatdaruratan idealnya sudah mendapatkan kepastian penanganan maksimal enam jam setelah masuk IGD. Dalam waktu tersebut, dokter dan tim terkait harus sudah menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien memerlukan operasi, menjalani rawat inap, atau mendapatkan perawatan di ICU.
“Pasien yang berada lebih dari enam jam di IGD menjadi salah satu prioritas pembenahan kami,” jelas Yunita.
Ia menegaskan, jajaran manajemen dan seluruh tenaga pelayanan terus melakukan evaluasi serta beradaptasi terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Penerapan fast track diharapkan tidak hanya mampu mengurai antrean, tetapi juga mempercepat proses pelayanan dari satu unit ke unit lainnya. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pasien diharapkan memperoleh kepastian penanganan secara lebih cepat, tepat, dan nyaman.






