Mahasiswa UIN Walisongo Soroti Kesejahteraan Guru, Ini Jawaban Wagub

Advertorial83 Dilihat

SEMARANG || jatenggayengnews.com– Persoalan kesejahteraan guru menjadi perhatian dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang, Selasa (18/8/2026). Seorang mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Muhammad Dimas Ardiansyah, menyampaikan keresahannya mengenai kondisi guru yang dinilai masih belum sepenuhnya mendapatkan penghargaan layak.

Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menjadi narasumber Orasi Kebangsaan, Dimas mempertanyakan langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Sebagai calon pendidik, ia menilai guru memiliki peran besar dalam membentuk kualitas generasi sekaligus menjadi fondasi kemajuan bangsa.

Dengan penuh haru, Dimas mengingat jasa para guru yang telah mengenalkan pendidikan sejak usia dini. Ia berharap pemerintah terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga pendidik, baik guru formal maupun nonformal.

BACA JUGA  Kasdam IV/Diponegoro Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Jateng

Menanggapi aspirasi tersebut, Taj Yasin menegaskan bahwa kesejahteraan guru menjadi salah satu perhatian Pemprov Jawa Tengah. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat ini, jumlah guru PPPK di lingkungan Pemprov Jateng mencapai 17.662 orang, termasuk 2.954 guru PPPK paruh waktu. Menurut Taj Yasin, kesejahteraan guru PPPK tidak hanya berkaitan dengan gaji pokok, tetapi juga tambahan penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA  HUT ke-62 Korps Wanita Angkatan Darat, Srikandi Kodam IV/Diponegoro Gelar Syukuran

Perhatian pemerintah juga diberikan kepada guru nonformal, termasuk guru agama yang mengajar di pesantren dan madrasah. Pemprov Jateng tetap mempertahankan pemberian insentif bagi guru agama meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi berbagai tantangan.

Taj Yasin menyebut guru nonformal perlu mendapat perhatian karena sebagian masih memiliki penghasilan terbatas. Karena itu, insentif dipertahankan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan.

Wagub juga mengapresiasi keberanian mahasiswa menyampaikan kritik dan aspirasi secara langsung. Menurutnya, suara mahasiswa penting bagi pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa aspirasi mengenai kesejahteraan guru akan terus dikawal bersama pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota. Menurut Taj Yasin, kesejahteraan guru tidak hanya menyangkut pendapatan, tetapi berkaitan erat dengan kualitas pendidikan dan masa depan sumber daya manusia.

BACA JUGA  Bina Kemampuan Prajurit, Kodim 0719/Jepara Gelar Latihan Menembak Triwulan IV

“Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan,” tegasnya. Ia menambahkan, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mendorong kemajuan Indonesia.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2