Jateng Perkuat Infrastruktur, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Advertorial71 Dilihat

SEMARANG|| jatenggayengnews.com– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai salah satu langkah utama mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Infrastruktur jalan, jembatan, embung, hingga jaringan irigasi dibangun dan diperbaiki untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Hingga akhir 2025, kondisi jalan provinsi yang mantap mencapai 2.293,96 kilometer atau 94,01 persen dari total 2.440,12 kilometer. Sementara itu, panjang jembatan dalam kondisi mantap mencapai 22.733,45 meter atau sekitar 85,43 persen.

Sejumlah ruas jalan strategis juga mendapat penanganan, di antaranya Parakan–Patean dan Wonosobo–Dieng. Perbaikan tersebut dinilai penting karena tidak hanya memperlancar aktivitas warga, tetapi juga mendukung distribusi barang, sektor pertanian, perdagangan, hingga pariwisata.

BACA JUGA  Seorang Bocah Menderita Kanker Mata, Polsek Gabus Berikan Bantuan

Namun, hingga triwulan II 2026, tingkat kemantapan jalan provinsi tercatat 87,79 persen. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya curah hujan pada awal 2026 yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah ruas jalan. Pemprov Jateng menargetkan kemantapan jalan kembali mencapai 94 persen pada akhir 2026 melalui percepatan rehabilitasi dan tambahan anggaran.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah jalur strategis diprioritaskan untuk diperbaiki, termasuk ruas Singget–Doplang–Cepu, Jepara–Keling, Wiradesa–Kajen, serta jalur penyelamat Kalijambe yang menghubungkan Magelang dan Purworejo.

Pembangunan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Pada 2025, program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) telah menyelesaikan 30 paket pekerjaan dengan total panjang 132,62 kilometer yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

BACA JUGA  Kasus Sutrimo Naik Penyidikan, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Selain jalan dan jembatan, Pemprov Jateng juga mengembangkan embung serta sistem pengairan untuk memperkuat sektor pertanian. Sepanjang 2025, terdapat delapan embung baru dan dua revitalisasi embung. Hingga awal 2026, sebanyak 12 embung telah diresmikan di berbagai daerah.

Salah satunya Embung Karangjati di Kabupaten Blora yang mampu membantu pengairan sekitar 40 hektare lahan pertanian. Kehadiran embung membuat petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan dan memungkinkan peningkatan frekuensi masa tanam.

Gubernur menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar mengejar pembangunan fisik. Jalan, jembatan, embung, dan irigasi harus mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

BACA JUGA  Bibit Waluyo : Pak Ahmad Luthfi dan Gus Yasin paling Oke

Dengan pembangunan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas pemerintahan, Jawa Tengah diharapkan semakin terhubung dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke berbagai pelosok daerah.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2