PEKALONGAN||jatenggateng.com_Suasana malam yang tenang di Dukuh Kalisalak Kulon, Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah insiden kebakaran hebat melanda area dapur milik seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Waryuti pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kobaran api yang cepat membesar sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi peristiwa bermula ketika kepulan asap tebal dan kobaran api pertama kali terlihat oleh tetangga korban. Diduga kuat, sumber petaka ini berasal dari sisa bara api di dalam tungku masak tradisional yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan. Mengingat material bangunan dapur yang sebagian besar masih semi-permanen dan mudah terbakar, api dengan sangat cepat menjalar dan melahap seluruh isi dapur.
Melihat kobaran api yang kian membesar, warga setempat langsung bergerak cepat melakukan aksi gotong-royong. Dengan peralatan seadanya, mereka mencoba melokalisir perambatan api agar tidak menjalar ke bangunan utama rumah maupun ke pemukiman padat di sekitarnya. Sebagian warga lainnya segera menghubungi pihak kepolisian setempat untuk meminta bantuan darurat.
Mendapat laporan genting dari masyarakat, jajaran Polsek Karangdadap bersama Polres Pekalongan dan Polda Jateng langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Petugas kepolisian berkoordinasi erat dengan tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan guna menjinakkan si jago merah. Berkat kesigapan personil gabungan dan partisipasi aktif warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum merembet lebih jauh ke area kamar utama.
Kapolsek Karangdadap mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sang pemilik rumah yang merupakan seorang lansia berhasil dievakuasi ke tempat yang aman saat kebakaran terjadi. Meski demikian, kerugian material akibat amukan api ini tergolong cukup besar. Seluruh peralatan memasak, bahan pangan, dan struktur bangunan dapur hangus menjadi arang, dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 15 juta.
Pihak kepolisian kembali memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang masih menggunakan tungku kayu bakar tradisional. Warga diminta untuk selalu memastikan bahwa sisa bara api benar-benar telah padam atau disiram air sebelum ditinggal tidur atau keluar rumah, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.






