Sukabumi||Jatenggayengnews.com_Kasus dugaan keracunan makanan kembali mengguncang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah. Di Sukabumi, sebanyak 134 santri dan pengajar di Pondok Pesantren Baiti Jannati mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Insiden serupa yang lebih besar terjadi di Berastagi, di mana 353 siswa SMAN 1 dan SMK Negeri 1 Berastagi terdampak, bahkan seorang siswi harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Menanggapi situasi darurat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat dengan mencopot Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) dan menyegel dapur penyedia MBG di Berastagi. Berulangnya kasus ini memicu kritik keras dari pengamat kebijakan publik, Alvin Lie. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya melakukan evaluasi internal, melainkan harus membawa kelalaian ini ke ranah pertanggungjawaban hukum demi menjamin keselamatan para penerima manfaat ke depan.






