Gubernur Siapkan Dry Port, Logistik Jateng Diperkuat

Advertorial116 Dilihat

BEKASI | jatenggayengnews.com– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan infrastruktur logistik guna mendukung aktivitas kawasan industri. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan dry port atau pelabuhan darat di wilayah Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama pengelola kawasan industri, BUMD, serta sejumlah dinas terkait melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengelolaan dan efektivitas dry port dalam menunjang distribusi barang.

Menurut Ahmad Luthfi, keberadaan fasilitas tersebut penting karena sekitar 70 persen kontainer dari Jawa Tengah masih dikirim melalui Jakarta dan Surabaya. Kondisi itu dinilai perlu dibenahi agar sistem logistik Jawa Tengah semakin efisien dan mampu menopang aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

BACA JUGA  Primkop Polres Semarang gelar RAT 2024

Pemprov Jateng telah mengidentifikasi dua lokasi potensial untuk pembangunan dry port, yakni Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan wilayah Weleri, Kendal. Masing-masing lokasi diproyeksikan memiliki luas sekitar 50 hektare.

Untuk lokasi di KITB, kerja sama antara PT KAI, Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan BUMD Batang telah dituangkan dalam nota kesepahaman. Saat ini, prosesnya memasuki tahap studi kelayakan serta persiapan pemilihan konsultan perencana.

BACA JUGA  Cegah Terjadinya Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Inilah Yang di Lakukan Polisi Grobogan

Gubernur menargetkan pembangunan dry port tersebut dapat terealisasi dalam waktu sekitar dua tahun. Keberadaannya diharapkan mampu memperpendek jalur distribusi, mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan di luar Jawa Tengah, sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri.

Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf menjelaskan, fasilitas di Cikarang telah beroperasi sejak 2010 dan kini melayani sekitar 500 perusahaan dalam kegiatan ekspor-impor dari kawasan Tangerang, Cikampek hingga Bandung.

BACA JUGA  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Berkunjung ke China 

Ia menambahkan, dry port tidak hanya berfungsi sebagai pusat bongkar muat, tetapi juga menyediakan fasilitas penyimpanan barang. Konsep serupa juga tengah dipertimbangkan untuk dikembangkan di Weleri, Kendal.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2