Fajar 2026 Perkuat Ekonomi Halal Jateng

SEMARANG || Jatenggayengnews.com – Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 kembali menjadi wadah penguatan ekosistem halal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia.

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah pada 2027. Menurutnya, langkah tersebut juga akan diiringi dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan dan pariwisata ramah muslim.

 

“Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menumbuhkan ekonomi syariah,” ujar Taj Yasin saat membuka Festival Jateng Syariah 2026, Kamis (6/8/2026).

 

Ia menjelaskan, pembangunan ekosistem halal dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Beberapa upaya yang telah dilakukan di antaranya pembangunan rumah potong hewan halal di Kabupaten Magelang, rumah potong ayam di Kabupaten Jepara yang bekerja sama dengan pondok pesantren, hingga pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

BACA JUGA  Satgas Yonif Raider Bagikan Alkitab di Gereja Injil Indonesia Kobagma

 

Menurutnya, kawasan kuliner yang memiliki sertifikasi halal, didukung fasilitas ibadah yang memadai serta pelayanan ramah muslim, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama dari negara-negara Timur Tengah.

 

“Kalau kita bicara pariwisata yang ramah muslim, salah satunya kawasan food court memiliki sertifikat halal, ada keterjaminannya, dan tempat ibadahnya juga bagus,” katanya.

 

Taj Yasin menegaskan, tujuan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.

 

“Fajar 2026 juga merangkul UMKM. Saya senang, karena tumbuhnya bersama-sama,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan Festival Jateng Syariah 2026 mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain.

 

Menurutnya, tema tersebut menitikberatkan pada penguatan literasi ekonomi syariah sekaligus pembangunan rantai nilai halal mulai dari proses produksi hingga konsumsi.

 

Ia menjelaskan, halal value chain dapat diwujudkan melalui sertifikasi halal rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga sertifikasi produk UMKM. Jika sisi permintaan dan penawaran tumbuh secara seimbang, ekonomi syariah diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

BACA JUGA  437 Peserta Demak Fun Run 1 2025 Sukses Selesaikan Lintasan di Tiga Kategori

 

“Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” ujarnya.

 

Festival ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan selama mengikuti festival. Jika pada hari biasa pendapatan berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari, selama festival omzetnya diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per hari.

 

“Festival seperti ini sangat membantu UMKM, karena produk kami semakin dikenal masyarakat,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Aris Agung Nugroho, pelaku usaha Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar karena efektif memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas pasar.

 

Pada penyelenggaraan tahun kedelapan ini, Fajar 2026 menghadirkan sejumlah program baru, di antaranya Inspirational Talk yang menghadirkan pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berbagi praktik terbaik pengembangan pariwisata ramah muslim.

BACA JUGA  Inilah Para Pemenang MTQ 2024 di Polres Purbalingga

 

Pengunjung juga dapat menikmati area Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner dan sembilan stan edukasi, termasuk layanan konsultasi dan pendampingan sertifikasi halal melalui Halal Value Chain Hub. Selain itu tersedia Financial Hub yang memberikan layanan konsultasi keuangan, perlindungan konsumen, aplikasi pembukuan SIAPIK, layanan SLIK OJK, hingga edukasi dari Bank Indonesia. Festival juga dilengkapi Sustainable Hub yang mengangkat tema fesyen berkelanjutan.

 

Festival Jawa Tengah Syariah 2026 berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi puncak rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa sebelum berlanjut ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober 2026.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2