Yogyakarta ||Jatenggayengnews.com-Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan keluarga besar Pangeran Djatikoesoemah dan masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pelestarian manuskrip, seni, dan budaya Pas(e)ban.
Rombongan AKUR yang berjumlah sekitar 20 orang diterima Sri Sultan dengan didampingi GKR Hemas. Sejumlah agenda kebudayaan turut dibahas dalam pertemuan itu, mulai dari pelestarian manuskrip, seni dan Batik Tulis Paseban, karya buku, hingga ketahanan pangan berbasis pangan lokal.
Ketua Rombongan AKUR, Juwita Djatikoesoemah Putri, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi. Menurutnya, pertemuan itu dapat menjadi awal kerja sama antara AKUR dan Keraton Yogyakarta.
> “Kami datang untuk bersilaturahmi dan belajar. Kami berharap hubungan ini dapat berkembang menjadi kerja sama dalam pelestarian budaya, seni, karya buku, manuskrip, hingga ketahanan pangan berbasis budaya,” ujar Juwita.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah keberadaan sekitar 150 ribu lembar manuskrip yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Paseban.
Manuskrip tersebut dinilai menyimpan pengetahuan serta ingatan masyarakat yang penting untuk dijaga. Pelestarian dinilai diperlukan agar warisan tersebut tetap dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan Keraton Yogyakarta memiliki pengalaman panjang dalam penyelamatan dan perawatan naskah.
Sejumlah manuskrip yang tersimpan di Keraton juga memiliki perjalanan sejarah panjang. Di antaranya terdapat naskah yang pernah dibawa Inggris pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan dua kekayaan tradisi budaya yang sama-sama memiliki perhatian terhadap keberlanjutan warisan pengetahuan dan kebudayaan.
Dengan adanya silaturahmi tersebut, AKUR berharap terbuka ruang kerja sama lebih luas bersama Keraton Yogyakarta, khususnya dalam pelestarian manuskrip, seni, budaya, serta pengembangan ketahanan pangan berbasis budaya.
(Arifin)






